Teleskop NASA Memata-matai Galaksi yang Tak Biasa dari Alam Semesta

Dini Listiyani ยท Jumat, 10 Mei 2019 - 06:01 WIB
Teleskop NASA Memata-matai Galaksi yang Tak Biasa dari Alam Semesta

Teleskop NASA memata-matai galaksi yang tak biasa dari alam semesta (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Para astronom yang melakukan survei langit dengan teleskop luar angkasa Spitzer NASA mampu mengintip ke alam semesta awal 13 miliar tahun lalu. Bahkan, mereka menemukan beberapa galaksi pertama.

Para astronom melihat titik kecil oranye bersinar di kegelapan, tidak terlalu berbeda dengan gambar pertama black hole. Tapi cahaya kecil yang dicitrakan oleh Spitzer mengandung sejumlah bintang muda, sebagian besar terdiri atas hidrogen dan helium.

Melansir Cnet, Jumat (9/5/2019), penemuan galaksi terang yang tak terduga ini bisa memberikan petunjuk baru mengenai salah satu peristiwa kosmik terpenting dalam sejarah yakni Zaman Reionisasi.

Penelitian baru, yang diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society pada April lalu mengharuskan Spitzer menatap ke wilayah langit yang sama selama lebih dari 200 jam, mempelajari kosmos kuno sebagai bagian dari kampanye yang dikenal sebagai GOODS Re-ionization Era wide-Area Treasury from Spitzer (GREATS).

Hebatnya lagi, Hubble Space Telescope juga berkontribusi pada data yang ada. Dengan Spitzer berlatih menatap wilayah begitu lama, dia mampu mengumpulkan cahaya yang telah melakukan perjalanan melintasi alam semesta untuk mencapai kita.

Teleskop mendeteksi sinyal infrared pudar dari 135 galaksi jauh, yang dihasilkan oleh radiasi pengion tingkat tinggi. Ini adalah penemuan yang sangat penting karena radiasi pengion diyakini telah berkontribusi pada Zaman Reionisasi di alam semesta awal, sebuah transformasi kosmik yang membentuk alam semesta seperti yang dikenal sekarang.

Para astronom masih bingung mengenai apa yang sebenarnya menyebabkan perubahan ini. Tapi, galaksi awal yang dideteksi oleh Spitzer bisa memberikan beberapa petunjuk.

"Hasil Spitzer terbaru kami mengungkapkan betapa berbedanya galaksi-galaksi ini dengan yang awal di kemudian hari dan menunjukkan sampel kami sebagai serangkaian kunci untuk memberikan wawasan mengenai bagaimana galaksi secara efisien mereionisasi alam semesta," kata rekan penulis studi Gart Illingworth.

Hasilnya mengejutkan bagi Michael Werner, ilmuwan proyek Spitzer di NASA's Jet Propulsion Laboratory. Spitzer mampu melihat galaksi yang begitu dekat dengan waktu.

"Tapi alam penuh kejutan dan kecerahan tak terduga dari galaksi awal ini, bersama dengan kinerja Spitzer yang luar biasa, menempatkan mereka dalam jangkauan observatorium kecil tapi powerful," katanya.

Spitzer, yang diluncurkan pada 2003 adalah sebuah observatorium infrared di orbit yang membututi Bumi. Teleskop dioperasikan oleh NASA dan California Institute of Technology.

Teleskop membawa tiga instrumen yang memungkinkannya melihat cahaya infrared gelombang panjang melintas, sehingga memberikan pandangan spektakuler dari gas, kosmos yang jauh berdebu.


Editor : Dini Listiyani