Ternyata, Ini Alasan Imlek Selalu Diguyur Hujan

Dini Listiyani ยท Jumat, 16 Februari 2018 - 00:30 WIB
Ternyata, Ini Alasan Imlek Selalu Diguyur Hujan

Perayaan Imlek (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan kue keranjang saja, tetapi juga hujan. Pasalnya, setiap perayaan Tahun Baru China selalu disertai hujan. Lantas, adakah hubungan antara hujan dan Imlek?

Tahun Baru Imlek merupakan salah satu perayaan penting bagi orang Tionghoa. Perayaan itu dimulai di hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal ke-15.

Di Indonesia, Hari Raya Imlek ini selalu disertai oleh turunnya hujan, sehingga hal ini dianggap lazim. Padahal, ada penyebab di balik itu semua. Bagi masyarakat China sendiri, hujan merupakan simbol keberuntungan. Sebab, air sendiri dianggap sebagai sumber kehidupan yang bisa mendatangkan rezeki.

Sementara dilihat dari kaca mata sains, hujan dan perayaan Imlek tidak memiliki hubungan khusus. Anggapan hujan identik dengan Imlek itu muncul, karena Tahun Baru China itu selalu jatuh pada Februari, yang notabene merupakan musim penghujan.

"Hal ini lebih dikatakan identik atau selalu jadi anggapan ada kaitannya. Kenapa bisa begitu? Karena perayaan Imlek selalu atau bisa dipastikan jatuh pada Februari dan bulan itu sendiri merupakan salah satu puncak musim hujan. Khususnya untuk wilayah Indonesia sebelah selatan khatulistiwa," kata Kepala Humas BMKG Hary T Djatmiko kepada iNews.id melalui jaringan pesan pribadi.

Bahkan, dari pantauan kondisi dinamika atmosfer terkini oleh BMKG, terindikasi munculnya potensi hujan lebat, disertai kilat atau petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode tiga hari ke depan, yakni 16-18 Februari 2018.

Oleh karena itu, BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati akan dampak peningkatan potensi hujan.

Editor : Dini Listiyani