Venus Ternyata Punya Gunung Berapi Aktif di Permukaannya

Dini Listiyani ยท Rabu, 08 Januari 2020 - 05:01 WIB
Venus Ternyata Punya Gunung Berapi Aktif di Permukaannya

Venus punya gunung berapi aktif di permukaannya. (Foto: Sciencealert)

CALIFORNIA, iNews.id - Bumi bukan satu-satunya planet di Tata Surya yang mempunyai gunung berapi aktif. Tetangga paling dekat Bumi, Venus rupanya juga memiliki gunung berapi aktif.

Penelitian baru yang dipimpin oleh Lunar and Planetary Institute (LPI) dari USRA telah menunjukkan Venus kemungkinan masih memiliki gunung berapi aktif. Alhasil, Venus menjadi planet di Tata Surya (selain Bumi) yang masih aktif secara vulkanik hingga saat ini.

Penelitian ini yang muncul di jurnal Science Advances dipimpin oleh Justin Filiberto, staf ilmuwan di LPI. Dia bergabung dengan sesama peneliti LPI, Allan H. Treiman, Martha Gilmore dari Wesleyan University's Department of Earth and Environmental Sciences, dan David Trang dari the Hawai'i Institute of Geophysics and Planetology.

Penemuan Venus pernah mengalami banyak aktivitas vulkanik pada 1990-an ditemukan berkat pesawat luar angkasa Magellan NASA. Radar imaging yang diberikannya dari permukaan Venus mengungkapkan dunia yang didominasi oleh gunung berapi dan aliran lava.

Selama 2000-an, ESA menindaklanjutinya dengan pengorbit Venus Express mereka, yang memberi cahaya baru pada aktivitas vulkanik dengan mengukur infrared yang datang dari permukaan planet pada malam hari. Data ini memungkinkan para ilmuwan untuk memeriksa aliran lava di permukaan Venus lebih dekat dan membedakan antara yang segar dan diubah.

Sayangnya, usia letusan lava dan gunung berapi di Venus belum diketahui sampai sekarang. Sebab, tingkat perubahan lava segar tidak dibatasi dengan baik. Demi penelitian mereka, Filiberto dan rekannya mensimulasikan atmosfer Venus di laboratorium mereka untuk menyelidiki bagaimana aliran lava Venus akan berubah seiring waktu.

Simulasi ini menunjukkan olivine (yang berlimpah di batuan basal) bereaksi cepat dengan atmosfer seperti Venus dan akan menjadi yang dilapisi dengan magnetite dan hematit (dua mineral oksida besi) dalam beberapa hari. Mereka juga menemukan tanda infrared dekat yang pancarkan oleh mineral-mineral akan hilang dalam beberapa hari.

Dari ini, tim menyimpulkan aliran lava yang diamati di Venus masih sangat muda. Pada gilirannya akan menunjukkan Venus masih memiliki gunung berapi aktif di permukaannya. Hasil ini tentu saja mendukung kasus Venus yang aktif secara vulkanik dan dapat memiliki implikasi bagi pemahaman manusia terkait dinamika interior planet terestrial secara umum.

"Jika Venus memang aktif hari ini, itu akan menjadi tempat yang bagus untuk dikunjungi guna lebih memahami interior planet. Misalnya, kita dapat mempelajari bagaimana planet mendingin dan mengapa Bumi dan Venus memiliki gunung berapi aktif, tapi Mars tidak. Misi masa depan harus dapat melihat arus dan perubahan ini di permukaan dan memberikan bukti nyata dari aktivitasnya," kata Filiberto yang dikutip dari Science Alert, Rabu (8/1/2020).

Dalam waktu dekat, sejumlah misi akan terkait untuk Venus mempelajari lebih lanjut mengenai atmosfer dan kondisi permukaannya. Misi tersebut mencakup pengorbit Shukrayaan-1 India dan pesawat luar angkasa Venera-D Rusia, yang saat ini sedang dalam pengembangan dan masing-masing dijadwalkan meluncur pada 2023 dan 2026.

Editor : Tuty Ocktaviany