Wabah Corona, Setiap Pukul 20.00 Penggunaan Internet di Spanyol Turun

Dini Listiyani ยท Jumat, 27 Maret 2020 - 07:46:00 WIB
Wabah  Corona, Setiap Pukul 20.00 Penggunaan Internet di Spanyol Turun
Ilustrasi (Foto: Pixabay)

MADRID, iNews.id - Orang-orang di seluruh dunia menunjukkan dukungan mereka terhadap petugas layanan kesehatan yang memerangi virus corona (Covid-19). Di beberapa tempat dukungan begitu nyata sehingga menyebabkan perubahan dalam trafik internet.

Penggunaan internet melonjak secara global karena jumlah orang yang tinggal di rumah untuk memerangi virus corona. YouTube dan Netflix yang menyumbang separuh dari semua trafik internet secara global memutuskan mengurangi kualitas streaming guna membantu meredakan kemacetan infrastruktur internet.

Tapi trafik yang melonjak di beberapa negara turun sekali sehari. Karena orang-orang meninggalkan layar gadget mereka, melihat ke luar rumah melalui jendela untuk menghibur para pekerja kesehatan.

Di Spanyol, penyedian internet Telefonica telah melihat penurunan singkat dalam penggunaan internet setiap malam pukul 20.00 waktu setempat. Pada pukul tersebut orang-orang menghibur petugas kesehatan untuk menghibur petugas kesehatan dari balkon mereka.

Tren menghibur petugas kesehatan pertama kali dilaporkan The New York Times dan juru bicara Telefonica mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada Business Insider. "Kami telah melihat pola ini di sini di Spanyol, di mana jam 8 malam tepuk tangan telah menjadi intuisi malam," kata juru bicara Telefonica.

Tren dimulai sebagai kampaye Twitter untuk menunjukkan penghargaan kepada dokter dan staf rumah sakit yang bekerja lembur untuk memerangi virus corona. Ini telah menjadi tradisi yang baru ditemukan di negara-negara di Asia, Afrikan, Eropa, dan Eropa Utara.

Meskipun terjadi peningkatan tajam dalam penggunaan internet di seluruh dunia, penyedia mengatakan mereka dipersenjatai penanganan tingkat lalu lintas yang tinggi. Tom Leighton, CEO penyedia infrastruktur web Akamai mengatakan kepada Business Insider pekan lalu bahwa layanannya “berjalan normal.”

Editor : Dini Listiyani