8 Negara Tampil di Festival Tari IDF 2018, Jakarta Jadi Sorotan Dunia

Vien Dimyati ยท Kamis, 08 November 2018 - 17:30 WIB
8 Negara Tampil di Festival Tari IDF 2018, Jakarta Jadi Sorotan Dunia

Pertunjukan dari Eun-Me Ahn (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Selalu saja ada hal mengejutkan dalam perhelatan Indonesian Dance Festival (IDF). Festival tari kelas dunia ini merupakan event dua tahunan yang cukup melegendaris di Indonesia dan menjadi sorotan dunia internasional.

Bagaimana tidak menjadi sorotan dunia, ada delapan negara yang terlibat dalam event ini, seperti Indonesia, Meksiko, Prancis, India, Jerman, Australia, Korea Selatan, dan Singapura.

Pada main performances Selasa 6 November 2018, IDF 2018 dimeriahkan oleh pertunjukan internasional dari Eun-Me Ahn, yang berasal dari Korea Selatan. Mereka membawakan Let Me Change Your Name. Sedangkan pertunjukan dari Tanah Air dibawakan oleh Grup Lengger Lanang Langgengsari. Karya-karya ini sedang menjadi perhatian dunia.

Dalam karyanya, Eun-Me Ahn mempertanyakan identitas dan kedudukan manusia di dalam masyarakat modern melalui permainan dengan pengulangan dan pertentangan. Kostum berwarna-warni, hitam-putih dengan cahaya tajam, dan antara kegelapan membuat suasana teater semakin terbawa suasana.

Plt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro dalam kesempatan membuka IDF 2018 mengatakan, kegiatan ini dan diselenggarakan di Jakarta merupakan kesempatan untuk mengenalkan seni dan budaya Indonesia. Bahkan, melalui IDF 2018, mata dunia melihat semua ke Jakarta.

"Jakarta menjadi sorotan dunia internasional. Bangga bisa berlangsung di sini meski hanya dua tahun sekali. Di sini, kita bisa melihat seorang koreografer yang memiliki karakternya sendiri. Jangan sampai karya-karyanya hilang, dan harus diteruskan ke generasi mendatang," kata Asiantoro, di Jakarta, belum lama ini.

IDF ke-14 yang mengusung tema ‘Demo/cratic Body: How Soon Is Now?’ ini diadakan di berbagai tempat di Jakarta dari 6-10 November 2018. Jika tertarik ingin melihat pertunjukan tariannya, Anda dapat mengunjungi Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta, Perpustakaan Nasional RI, dan Teater Salihara.

Dalam acara pembukaannya, IDF 2018 juga memberikan penghargaan untuk maestro tari kontemporer Indonesia, almarhum Gusmiati Suid. Sepanjang kariernya, Gusmiati Suid telah melahirkan karya-karya tari terkenal di antaranya tari Kabar Burung, Api dalam Sekam, dan tari Rantak pada 1976. Dia juga memimpin sanggar tari Gumarang Sakti bersama putranya, Boy G.Sakti, dan telah melahirkan banyak karya seni tari bertaraf nasional dan internasional melalui sanggar tersebut.

Seperti diketahui, IDF hadir berdasarkan keprihatinan dosen-dosen yang juga merupakan seniman tari di IKJ akan sepinya kegiatan seni tari bertaraf internasional, sehingga menggugah mereka untuk mendirikan IDF pada 1992.

Para dosen Fakultas Seni Pertunjukan tersebut adalah Sal Murgiyanto, Nungki Kusumastuti, Maria Darmaningsih, Melina Surjadewi, Dedy Luthan, Tom Ibnur, serta didukung oleh Farida Oetojo, Sardono W. Kusumo dan lainnya untuk menggarap festival tari kontemporer, yang eksistensinya tetap terjaga hingga tahun ini.

IDF tidak hanya menampilkan karya-karya koreografer terkenal di dunia internasional, namun juga berupaya menemukan bakat-bakat para koreografer muda Indonesia untuk ditampilkan di IDF.

Program-program utama festival ini meliputi: pementasan tari yang terdiri dari showcase (Kampana) dan main performance, workshop (akademi IDF), presentasi, seminar, penerbitan dan publikasi seni tari, kompetisi, master class, commission works, dan berbagai program stimulasi karya-karya baru serta berbagai presentasi karya-karya inovatif dari para seniman muda potensial.

Hingga 2016, IDF telah berhasil menampilkan tak kurang dari 250 karya-karya koreografer terkemuka Indonesia dan karya-karya penting dari berbagai negara Asia, Eropa, Afrika, Australia dan Amerika.

IDF juga didukung oleh para kurator tari internasional terkemuka, yaitu Tang Fukuen (Singapura), Daisuke Muto (Jepang) dan Arco Renz (Jerman).

IDF mengajak publik Jakarta dan Indonesia untuk merayakan kreativitas budaya yang beragam dengan segala perbedaan identitas sehingga terjadi dialog guna membangun kehidupan yang lebih indah dengan toleransi serta apresiasi terhadap keberagaman.

 


Editor : Vien Dimyati