Akan Dibuat Instagenik, Taman Rekreasi Incar Wisman Milenial

Vien Dimyati ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 14:05 WIB
Akan Dibuat Instagenik, Taman Rekreasi Incar Wisman Milenial

Ilustrasi waterpark (Foto: WhiteWater West)

BANTEN, iNews.id - Sudah menjadi hal umum jika traveler milenial menguasai pariwisata dunia. Bahkan, 50 persen wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia adalah traveler milenial.

Rata-rata dari mereka menyukai alam dan budaya. Namun sayangnya, untuk taman rekreasi masih kurang peminta. Maka itu, dalam rangka menggaet wisman milenial berkunjung ke taman rekreasi di Tanah Air, Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta para pengelola taman rekreasi yang tergabung dalam Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) menerapkan 'strategic alliance'.

Pengelola taman harus menjadikan milenial sebagai target pasar, sehingga bisa lebih banyak menjaring wisman. Hal tersebut disampaikan Menpar saat menghadiri Seminar Nasional Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) dengan tema "Theme Park, Water Park, Attraction Seminar & Recovery Bisnis Pariwisata Provinsi Banten" di Hotel Royal Krakatau, Cilegon, Banten, Selasa, belum lama ini.

"Salah satu cara ARKI untuk meningkatkan wisman adalah dengan menerapkan 'strategic alliance' bersama para pemangku kepentingan pariwisata lainnya. Cara lain, dengan memikirkan desain taman rekreasi keluarga yang menyasar target milenial. Untuk itu, taman rekreasi tersebut harus memenuhi kebutuhan milenial yaitu keinginan agar diakui," kata Menpar.

Menpar menilai milenial merupakan target pasar yang potensial dan tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air.

"Hal ini dikarenakan 50% wisman yang datang ke Indonesia adalah milenial, terutama wisman dari Asia. Karakter mereka senang mendatangi tempat yang beda dan belum pernah didatangi teman-temannya," ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, bagi wisatawan mancanegara, daya tarik wisata 'man-made' masih kurang bila dibandingkan wisata alam dan budaya Indonesia. "Wisata 'man-made' di Indonesia masih lemah untuk menjadi daya tarik wisman. Hanya 5% wisman yang memilih 'man-made' sebagai pilihan berwisata di Indonesia. Mayoritas wisatawan mancanegara memilih berkunjung ke Indonesia untuk melihat wisata alam maupun budaya," katanya.

Persentase sumbangan taman rekreasi dari 5% wisatawan mancanegara yang memilih 'man made' juga masih sangat kecil. "Sumbangan dari taman rekreasi hanya 0,75% dari angka 5% tersebut," jelasnya.

Menurut Ketua DPP Arki, Taufik A. Wumu, walaupun belum menjadi primadona bagi wisatawan asing, namun pertumbuhan taman rekreasi 'man-made' di Indonesia cukup besar.

"Pertumbuhan rekreasi 'man-made' mencapai 10-20% di Indonesia. Total kunjungan ke taman rekreasi 'man-made' di Indonesia mencapai 100 juta per tahun dan kontribusi tenaga kerja mencapai 50 ribu per tahun," ujar Taufik.


Editor : Vien Dimyati