Alamnya Indah, Labuan Bajo Dikembangkan sebagai Destinasi Sustainable

Vien Dimyati ยท Rabu, 24 April 2019 - 12:05 WIB
Alamnya Indah, Labuan Bajo Dikembangkan sebagai Destinasi Sustainable

Labuan Bajo dikembangkan jadi pariwisata sustainable (Foto: Instagram)

MANGGARAI BARAT, iNews.id - Untuk urusan keindahan alam, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki daya pikatnya tersendiri. Tidak heran jika pulau yang terkenal dengan komodonya ini dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan (sustainable).

Prinsip dari pariwisata berkelanjutan di Indonesia yakni 3P+1M meliputi People, Planet, Prosperity, plus Management.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Valerina Daniel mengatakan, konsep pariwisata berkelanjutan meliputi pemberdayaan masyarakat, pelestarian alam, dan peningkatan kesejahteraan yang ditambahkan aspek pengelolaan secara profesional.

“Pariwisata berkelanjutan konsepnya adalah semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan," kata Valerina saat Sosialisasi Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 di Sylvia Resort Komodo Selasa 23 April 2019.

Sosialisasi Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 yang diselengarakan Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kemenpar dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Rinus serta diikuti oleh seluruh pengelola destinasi pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat seperti agen perjalanan wisata, penyedia jasa, yayasan, maupun masyarakat lokal dan media.

“Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat dapat mengenal konsep pariwisata berkelanjutan dan dapat menerapkannya di masing-masing destinasi yang ada di Labuan Bajo,” ujar Valerina Daniel.

Pada kesempatan kali ini juga diserahkan Nota Kesepahaman Bersama dari Kementerian Pariwisata kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Universitas Flores untuk Pengembangan Sustainable Tourism Observatory (STO) di Labuan Bajo.

Valerina menjelaskan, Labuan Bajo merupakan salah satu dari 12 lokasi pengembangan Sustainable Tourism Observatories (STO) di Indonesia yang lima di antaranya telah diakui United Nations World Tourism Organization (UNWTO) sebagai anggota International Network of Sustainable Tourism Observatories (INSTO).

"Dan kepada destinasi-destinasi yang konsisten menerapkan pariwisata berkelanjutan, ada penghargaan Pamong Pariwisata," ujar Valerina.

Valerina mengajak semua pihak yang ingin menggali lebih dalam tentang pariwisata berkelanjutan dapat mengunjungi website sustainable.Indonesia.travel.

Pendaftaran ISTA 2019 berlangsung dari 18 Maret-18 Mei 2019, dan acara malam penganugerahan ISTA 2019 akan diselenggarakan pada 26 September 2019.


Editor : Vien Dimyati