Bangkitkan Pariwisata di Selat Sunda, Pelaku Usaha Manfaatkan KUR

Vien Dimyati ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 17:05 WIB
Bangkitkan Pariwisata di Selat Sunda, Pelaku Usaha Manfaatkan KUR

Keindahan Pantai Tanjung Lesung (Foto: Kemenpar)

BANTEN, iNews.id -  Sejak terjadinya bencana tsunami di Selat Sunda, pariwisata di Banten dan Lampung sempat terganggu. Beberapa bisnis pariwisata, objek wisata, hingga infrastruktur rusak.

Namun, untuk membangkitkan pariwisata di Selat Sunda, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong para pelaku usaha pariwisata di Banten memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai upaya memulihkan bisnis pasca-tsunami.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata pada Deputi Bidang Destinasi Pariwisata Kemenpar menggelar acara Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Usaha Pariwisata dan Relaksasi Pembiayaan Pasca Tsunami di Provinsi Banten di Hotel Aston, Kabupaten Serang, Banten pada Rabu 13 Februari 2019.

Hal itu dilakukan untuk mendorong para pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata agar memanfaatkan KUR, sehingga usahanya bisa segera pulih pasca-tsunami Selat Sunda.

Sebanyak 80 pelaku usaha di Banten dan Lampung Selatan turut serta dalam acara tersebut. Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Wadiyo mengatakan, kegiatan ini diadakan sebagai salah satu upaya untuk membangkitkan kembali perekonomian, khususnya pariwisata, yang telah terdampak tsunami Selat Sunda.

"Sektor pariwisata rentan dipengaruhi oleh banyak faktor. Maka saat tsunami Selat Sunda terjadi, sektor pariwisata pun terdampak, akibatnya perekenomian lesu," katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya telah mendorong dalam tiga bulan ke depan sektor pariwisata Banten harus kembali bangkit, bila tidak, maka angka pengangguran terancam bertambah. "Kegiatan Kemenpar ini menjadi pencerahan terkait kredit maupun insentif bagi para pemilik usaha pariwisata yang terdampak tsunami," ujarnya.

Keterlibatan banyak pihak itu juga sebagai realisasi dari penetapan pariwisata sebagai sektor unggulan oleh Presiden Joko Widodo yang mewajibkan seluruh Kementerian/Lembaga untuk memberikan dukungan terhadap program-program pariwisata.

Menurut Kepala Bidang Perbankan, Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Heni Widiyanti, program KUR menjadi jalan keluar untuk membantu pelaku usaha yang terkena dampak tsunami Selat Sunda di Banten. "KUR merupakan program perkuatan modal dengan suku bunga KUR 7% efektif per tahun atau sama dengan suku bunga flat yang setara. Total plafon KUR pada 2019 mencapai Rp140 triliun," ujar Heni.

Lebih lanjut Heni menjelaskan, usaha-usaha di destinasi wisata yang dibiayai KUR meliputi daya tarik pariwisata, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan minuman, jasa akomodasi, usaha penyelenggaraan pertemuan, perjalanan, insentif, konferensi, dan pameran, jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, wisata tirta, industri kerajinan dan pusat oleh-oleh, serta kegiatan hiburan dan rekreasi.


Editor : Vien Dimyati