Berada di Tengah Danau, Ulun Danu Bratan Pikat Turis karena Eksotis

Vien Dimyati ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 08:06 WIB
Berada di Tengah Danau, Ulun Danu Bratan Pikat Turis karena Eksotis

Pura Ulun Danu Bratan pikat wisatawan. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Pura terbesar kedua di Bali setelah Pura Besakih ini letaknya di bibir Danau Bratan, Bedugul, Bali. Pura ini memiliki pemandangan yang cantik dan eksotis karena berada di dataran tinggi Bedugul, yakni sekitar 1.239 meter di atas permukaan laut (mdpl). Daerah ini memang dikenal memiliki udara yang sejuk, area persawahan berundak, serta tiga danau besar, yaitu Bratan, Buyan, dan Tamblingan.

Masing-masing danau ini bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, sehingga memiliki posisi penting secara spiritual sesuai ajaran Hindu yang dianut masyarakat Bali. Karena itu di masing-masing danau, berdiri pura khusus yang disebut Pura Ulun Danu. Salah satu di antara tiga pura yang dianggap memiliki arti penting, serta sejarah panjang adalah Pura Ulun Danu Bratan.

Sejarah Pura Ulun Danu Bratan dapat diketahui berdasarkan data arkeologi dan data sejarah yang terdapat pada lontar Babad Mengwi. Berdasarkan data arkeologi, di halaman depan pura ini terdapat peninggalan benda-benda bersejarah berupa Sarkofagus batu dan papan batu yang diperkirakan sudah ada sejak zaman megalitikum (sekitar 500 tahun sebelum Masehi).

Jadi bisa diperkirakan, Pura Ulun Danu Bratan ini sudah digunakan untuk mengadakan ritual keagamaan sejak zaman tradisi megalitikum. Babad Mengwi, I Gusti Agung Putu, pendiri Kerajaan Mengwi telah mendirikan Pura Ulun Danu Bratan sebelum mendirikan Pura Taman Ayun. Tepatnya sebelum Tahun Saka 1556. Sejak pendirian pura tersebut, Kerajaan Mengwi menjadi damai dan sejahtera, sehingga warga menjuluki beliau I Gusti Agung Sakti.

Pura Ulun Danu Bratan didirikan sebagai tempat pemujaan Sang Hyang Widhi Wasa dan dewa-dewa pemelihara suatu danau. Pura ini juga berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewi Laksmi, dewi kesuburan dan keindahan yang bersemayam di Danau Beratan.

Fungsi Pura Ulun Danu Bratan sebagai tempat pemujaan diwujudkan dengan keberadaan beberapa bangunan pemujaan atau pelinggih. Di antara pelinggih tersebut, ada dua bangunan, yaitu Palebahan Pura Tengahing Segara dan Palebahan Palinggih Lingga Petak atau Ulun Danu yang posisinya menjorok ke tengah danau.

Posisi unik dari kedua bangunan suci ini jarang ditemukan di pura lain yang didirikan di danau. Itulah yang membuatnya memiliki nilai estetika yang sangat tinggi dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Hal ini pula yang mendorong pemerintah mengabadikan Pura Ulun Danu dalam uang pecahan Rp50.000.

"Pura di atas Danau Bratan Bedugul Bali. Wisata Pura Ulun Danu Bratan Bali, merupakan pura Hindu yang terletak di tepi Danau Beratan Bedugul Bali. Tempat yang indah dan wajib kamu kunjungi. Yuk, tag dan ajak teman kamu dolan ke sini!," tulis Instagram @ayodolan, Jumat (15/3/2019).

Keberadaan Danau Bratan juga sebagai sumber air bagi irigasi pertanian untuk area sekitar membuatnya menyandang status Pura Kahyangan Jagat, yaitu pura umum tempat persembahyangan umat Hindu dari lintas daerah, golongan, dan profesi.

Pura Ulun Danu Bratan berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Tabanan, atau sekitar 55 kilometer dari Kota Denpasar. Untuk menuju pura ini, wisatawan dapat menggunakan kendaraan umum, seperti taksi, bus pariwisata, maupun agen perjalanan menuju jalur Denpasar-Singaraja.

Pura ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng, berada di pinggir jalan raya, tepatnya di tepi Danau Bratan. Pengunjung Pura Ulun Danu Bratan harus membayar tiket sebesar Rp7.500 untuk turis domestik dan Rp10.000 untuk turis asing.

Anda juga bisa naik boat keliling danau Bratan. Untuk menggunakan speed boat dengan kapasitas empat orang penumpang dikenakan biaya sekitar Rp100.000 dan untuk yang kapasitas delapan orang berkisar Rp185.000 untuk sekali putaran danau per speed boat. Harga dapat berubah sewaktu waktu.


Editor : Tuty Ocktaviany