Destinasi Kawasan Selat Sunda Sudah Bisa Dikunjungi Wisatawan Kembali

Vien Dimyati ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 17:35 WIB
Destinasi Kawasan Selat Sunda Sudah Bisa Dikunjungi Wisatawan Kembali

Keindahan Tanjung Lesung (Foto: Instagram @tanjunglesungid)

BANTEN, iNews.id - Pemulihan destinasi wisata di kawasan Selat Sunda terus dilakukan. Bahkan beberapa objek wisata di Banten dan Lampung sudah bisa dikunjungi wisatawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, ada empat poin penting dalam pemulihan kawasan Selat Sunda, yakni performansi sektor pariwisata, mitigasi bencana, kerugian ekonomi dan dukungan kementerian/lembaga industri terkait.

"Ada tiga tahap dalam mitigasi bencana yaitu tahap darurat (selesai pada 9 Januari kemarin), tahap rehabilitasi dan tahap normalisasi. Tahap rehabilitasi seperti pemulihan SDM, pemasaran dan pemulihan destinasi," kata Menpar Arief Yahya, melalui keterangan resmi yang diterima iNews.id, Jumat (11/1/2019).

Menurutnya, untuk meyakinkan wisatawan untuk berkunjung ke kawasan Selat Sunda adalah dengan cara datang secara langsung. "Saya sekarang datang ke sini untuk meyakinkan, pariwisata di Banten dan Lampung sudah bisa dikunjungi. Image dalam hal seperti bencana ini adalah sangat penting," ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk mempercepat recovery pasca tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018 lalu, Kemenpar menggelar Rapat Koordinasi Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca-Tsunami Selat Sunda, di Hotel Marbella, Anyer, Banten Jumat (11/1/2019).

Rapat tersebut dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai keynote speaker beserta jajarannya, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman, Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Rizky Handayani, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, serta stakeholder terkait pariwisata dan pejebat Kemenpar lainnya.

"Kita di sini sepakat untuk menggaungkan Selat Sunda bangkit. Silakan DAK (Dana Alokasi Khusus) sebanyak Rp9 M untuk Banten dan Rp33 M untuk Lampung digunakan untuk mempercepat recovery," kata Menpar Arief Yahya.

Sementara itu, perbaikan jalan, air, listrik dan sebagainya dapat berkoordinasi dengan Kementarian terkait. Serta rumah-rumah penduduk yang hancur, bisa menggandeng OJK untuk memberikan keringanan bunga. "Kita juga menyiapkan 20 event nasional dan 3 event internasional untuk pemulihan pemasaran," tutur Menpar.

Pada normalisasi (tiga bulan pascakrisis), Kementerian Pariwisata akan melakukan perhitungan dampak krisis, mendorong penyelenggaraan MICE skala nasional dan internasional serta publikasi dan promosi pariwisata. Kementerian Pariwisata berkomitmen penuh untuk kembali membangkitkan pariwisata Banten dan Lampung. Gubernur Lampung M Ridho Ficardo pun sangat mengapresiasinya.

"Seperti kita tahu, Kementerian Pariwisata sangat berkomitmen untuk membangun pariwisata Indonesia. Melalui acara ini, pariwisata kita sama-sama bisa kembali bangkit dan membuktikan, sinergi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota sangat penting," ujar Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.

Untuk pemulihan, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, Pemda Banten telah melakukan berbagai upaya, di antaranya pembuatan hunian sementara, kerjasama dengan BNPB dan PUPR untuk membangun hunian tetap, serta rekonstruksi aksesibilitas meliputi perbaikan jalan dari Carita hingga Tanjung Lesung.

“Banten memiliki berbagai potensi pariwisata seperti wisata bahari, wisata religi, wisata alam, cagar budaya, wisata industri, serta wisata mice. Untuk memajukan pembangunan pariwisata, Pemda Banten telah mempersiapkan SOP Mitigasi Bencana," ujar Andika.


Editor : Vien Dimyati