Eksotisme Kawah Biru Tinggi Raja Simalungun, Batuan Alamnya Indah Mirip Salju

Vien Dimyati ยท Sabtu, 11 Mei 2019 - 10:00 WIB
Eksotisme Kawah Biru Tinggi Raja Simalungun, Batuan Alamnya Indah Mirip Salju

Eksotisme Kawah Biru Tinggi Raja Simalungun (Foto : Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Jika selama ini Anda hanya mengenal objek wisata Kawah putih di Ciwidey Bandung. Ternyata, Sumatera Utara, tepatnya di Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun juga memiliki objek Kawah Biru yang terlihat eksotis. Kawah ini juga kerap disebut Kawah Putih.

Objek wisata tersebut berada di wisata cagar alam Tanah Tinggi, Simalungun. Kawah dengan luas empat hektare ini berada di lahan cagar alam dengan luas total 176 hektare.

Kawah Biru Tinggi Raja adalah bukit kapur yang terbentuk dari aliran air panas bersuhu 90 derajat celcius. Selain membentuk bukit, aliran air panas juga membentuk undakan bebatuan kapur dan beberapa kawah yang dapat digunakan untuk berendam.

Air panas yang mengalir membuat bukit kapur tertutup batuan putih mirip salju. Selain itu, terdapat juga kolam air panas buatan alam yang berukuran cukup kecil. Namun, para pengunjung dilarang berendam di kolam ini.

"Kawah Biru Tinggi Raja merupakan wisata cagar alam yang pernah populer di tahun 1980-an. Namun, Kawah ini sempat terlupakan karena kurangnya pengelolaan yang baik. Di balik kawah ini terdapat sungai yang biasa digunakan untuk mandi karena airnya sangat dingin. Uniknya, di sungai ini terdapat tebing kapur yang terbentuk dari endapan belerang dengan kombinasi warna yang sangat menarik. Terdapat juga gua yang membentuk kolam kecil berisi air hangat dan sangat jernih pula. Jadi bisa puas mandi setelah menikmati keindahan pemandangan alamnya. Sobat juga tinggal pilih air dingin atau hangat," tulis Instagram @Indoflashlight dikutip Sabtu (11/5/2019).

Warna air kawah biru dikelilingi oleh batuan kapur dengan salju panas. Ini membuat Kawah Putih Tinggi Raja semakin menawan. Untuk mencapai objek wisata ini Anda perlu menempuh perjalanan selama tiga jam dari Kota Medan. Tepatnya berada di Desa Dolok Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahean, ujung pelosok Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Tak hanya memiliki pemandangan indah, Kawah Biru Tinggi Raja ini juga memiliki kisah legenda yang menarik untuk diketahui. Menurut legenda yang dipercaya masyarakat sekitar kawah, dahulu terdapat seorang raja yang memiliki orangtua yang sudah renta. Seperti biasanya, sang raja selalu mengirim makanan pada orangtuanya. Suatu hari sang raja akan mengirim makanan yang lezat untuk orang tuanya. Dia pun memerintahkan seorang petani aren yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan rumah orangtuanya.

Dalam perjalanan, sang petani merasa sangat lapar dan dengan lancang memakan titipan sang raja. Akhirnya, yang tinggal hanya tulang belulang sisa makanan. Begitu sisa, makanan itu diberikan pada orangtua raja, seketika itu juga dia murka dan merasa terhina atas kiriman raja yang hanya berupa sisa nasi dan tulang belulang itu.

Maka orangtua sang raja memanggil anak-anaknya untuk diminta membuat pesta. Ketika pesta, terjadi sebuah insiden di mana air panas yang sudah dimasak oleh sang orangtua raja tumpah dan meluas membanjiri areal pemukiman tersebut. Dan daerah yang dibanjiri air panas inilah yang sekarang menjadi subuah kawah panas yang dikenal dengan nama Kawah Biru Tinggi Raja.

Kawah Biru Tinggi Raja dapat dicapai dengan berkendara sejauh 95 kilometer dari Kota Medan. Anda akan menemukan jalan yang naik turun dan berliku melewati hutan cagar alam. Terkadang harus melewati jalan penuh batu. Namun begitu tiba di sana, Anda akan disuguhi pemandangan indah.


Editor : Vien Dimyati