Eksplor Kebumen, Menikmati Keunikan Pantai Karang Agung Tak Berpasir

Vien Dimyati ยท Rabu, 07 November 2018 - 12:25 WIB
Eksplor Kebumen, Menikmati Keunikan Pantai Karang Agung Tak Berpasir

Pantai Karang Agung Kebumen, Jawa Tengah. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Untuk urusan pariwisata, Kebumen, Jawa Tengah memang belum terlalu populer. Tetapi jika dijelajahi lebih dalam, ada banyak destinasi wisata menarik untuk dieksplor.

Salah satunya Pantai Karang Agung yang tidak memiliki pasir. Pantai ini tersembunyi di balik hutan dan terletak di Desa Karang Duwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Pantai ini berada di sebelah barat dari Pantai Menganti.

Berada di pantai ini, traveler akan dimanjakan dengan pemandangan batu karang yang terpisah dari daratan. Baru ini berbentuk tinggi dan besar, berdiri kokoh meski diterpa ombak. Batu karang ini yang menjadi ciri khas dari Pantai Karang Agung.

"Pantai Karang Agung adalah salah satu dari pantai yang cukup unik dibandingkan pantai-pantai lainnya karena pantai ini tidak memiliki pasir. Sesuai dengan namanya, pantai ini didominasi oleh karang-karang besar dan kecil. Bila Anda ingin menikmati liburan di tempat yang tidak terlalu banyak wisatawan, maka pantai Karang Agung adalah salah satu destinasi yang menjanjikan. Panorama alam serta paduan harmonis warna biru dan hijau dari pantai Karang Agung membuat pariwisata Kebumen tidak kalah dengan destinasi wisata lain di Indonesia. Karena pantai gak melulu pasir putih gaes, yang karang-karang kayak begini juga eksotis kok," tulis Instagram @Infiatravel, Rabu (7/11/2018).

Tak hanya dapat melihat keunikan dari batu-batu karang. Di sini traveler juga dapat melihat batu karang yang dikeramatkan oleh warga di sekitar pantai. Sebelum dibuka untuk umum, warga kerap mengadakan ritual sedekah laut di sini.

Jika berada di sini, jangan lewatkan untuk berburu sunset. Pemandangan langit oranye saat sunset terlihat seperti lukisan. Anda juga bisa berenang di pinggir pantai sambil menikmati deburan ombak. Akses jalan menuju pantai ini cukup sulit karena setelah memarkirkan kendaraan, pengunjung harus turun berjalan kaki menerobos kawasan hutan jati melalui jalan setapak.


Editor : Tuty Ocktaviany