Indahnya Danau Kaolin Babel, Miliki Telaga Hijau yang Mirip di Ciwidey

Vien Dimyati ยท Sabtu, 10 November 2018 - 06:14 WIB
Indahnya Danau Kaolin Babel, Miliki Telaga Hijau yang Mirip di Ciwidey

Danau Kaolin Bangka Belitung. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Travelling ke Bangka Belitung (Babel), wisatawan paling suka berwisata ke pulau atau bermain di pantai. Sudah tidak diragukan lagi jika Babel memiliki keindahan alam yang menakjubkan.

Jika selama ini Anda hanya berwisata ke pantai atau pulau di Babel, tidak ada salahnya kita ini mencoba berwisata melihat keunikan telaga berwarna hijau di Desa Nibung, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tempat wisata tersebut bernama Danau Kaolin. Danau ini merupakan galian bekas tambang yang setelah bertahun-tahun ditinggalkan dan akhirnya membentuk kolam air beraneka warna.

Warna air yang mencolok dari Danau Kaolin terlihat jelas saat terbias terik matahari. Di sana terdapat dua kolam danau yang masing-masing seukuran lapangan bola memiliki warna berbeda, yakni biru dan hijau.

"Panorama indah Danau Kaolin sekilas mengingatkan kita pada pesona Kawah Putih di Ciwidey, Bandung. Danau Kaolin pun seringkali dijadikan spot foto favorit bagi wisatawan. Konon, air di Danau Kaolin juga bermanfaat buat kulit, loh! Nah, kalau penasaran dengan Danau Kaolin dan keseruan wisatawan yang berkunjung ke sana, selengkapnya ada pada link di bio," tulis Instagram Pesonaid_Travel, Sabtu (10/11/2018).

Jika mengunjungi Danau Kaolin, sekilas Anda akan melihat pemandangan yang mirip dengan kawah biru di Ciwidey, Jawa Barat. Keindahan warna airnya, sama-sama memiliki warna hijau. Daerah bekas penambangan ini terbentuk danau yang berasal dari air yang terkumpul dalam sebuah ceruk.

Bagai oase di tengah gersangnya area tambang yang rusak akibat eksploitasi yang dilakukan sebelumnya. Tetapi memiliki keindahan menakjubkan karena warna biru tosca dari airnya yang jernih. Ada banyak spot menarik untuk berswafoto, seperti danau, hamparan daratan putih kaolin, dan pemandangan alam lainnya. Jadi, jangan lewatkan untuk membawa kamera ketika sudah tiba di sini.


Editor : Tuty Ocktaviany