Intip Kemeriahan Imlek di Kampung Pecinan Manado yang Full Wisman

Vien Dimyati ยท Jumat, 16 Februari 2018 - 15:01 WIB
Intip Kemeriahan Imlek di Kampung Pecinan Manado yang Full Wisman

Perayaan Imlek di Manado (Foto: Ilustrasi Sindonews)

MANADO, iNews.id - Kota Manado menjadi salah satu destinasi yang menjadi incaran wisatawan mancanegara (wisman) untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2569. Kampung Pecinan Manado menjadi spot yang paling menonjol.

Di Manado, kemeriahan perayaan Imlek tampak meriah pada Kamis 15 Februari 2018. Lampion menyala di kota-kota, di setiap pelosok tempat. Bukan hanya warga Manado, belasan ribu wisman dari Shenzhen, Pudong, Changsa, Xiamen, Guangzhou dan Singapura ikut merayakan Imlek di Pecinan Manado.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, tampak hadir di tengah acara. Begitu juga dengan Wali Kota Manado Vicky Lumentut. Keduanya terlihat kompak beriringan bersama Ketua task force pariwisata Sulut Dino Gobel yang berada di bawah koordinasi Asdep Greater China Kemenpar Vinsensius Jemadu.

“Sehari sebelum Imlek ada 675 wisman China yang landing di Manado. Subuh tadi ada dua lagi charter flight dari China yang landing. Imlek di Manado sangat meriah. Full wisman,” ujar Ketua task force pariwisata Sulut Dino Gobel, melalui keterangan pers yang diterima iNews.id, Jumat (16/2/2018).

Perayaan Imlek di Manado benar-benar meriah. Pesta kembang api menyambut perayaan Tahun Baru Imlek. Sejak pukul 21.00 Wita warga lokal dan turis China sudah standby di kelenteng bersejarah Ban Hing Kiong di Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Hingga pukul 23.50, atraksi seni dan budaya ditampilkan secara bergiliran oleh panitia. Ada tarian oriental, lion dance atau barongsai, tabuh tambur, atraksi Wushu dan kereta hias bertemakan shio anjing, yang dipersembahkan Pemerintah Manado. Puncaknya ada pada pukul 12 malam. Kembang api yang sudah disiapkan warga Tionghoa, meletus bergantian menghiasi langit Manado, yang agak mendung dan bergerimis.

“Crowdnya akan terus berlanjut sampai Cap Go Meh. Pada 21-26 Februari, 400 wisman Xiamen, China, malah kesulitan dapat kamar hotel. Semua hotel full,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Bandar Udara Sam Ratulangi Manado Minggus Gandeguai melalui paparannya mengatakan, pada periode satu, Januari-15 Februari 2018, ada 14.578 pax wisman China yang sudah masuk Manado. "Shenzhen 2.628 pax, Pudong 3.392 pax, Changsa 2.628 pax, Xiamen 173 pax, Guangzhou 3.339 pax dan Singapura 2418 pax,” terang Minggus.

Total, sudah 102 flight internasional yang landing di Manado pada periode Januari dan Februari 2018. Rinciannya, Guangzhou dilayani Lion Air dengan 21 flight. Pudong 19 flight Lion Air. Changsa 20 flight Lion Air. Shenzhen 18 flight Lion Air. Xiamen satu flight Xiamen. Satunya lagi 24 flight Silk Air dari Singapura.

“Satgas task force pariwisata terus siaga. Imigrasi dan bea cukai juga sangat responsif. Layanannya supercepat. Hanya butuh 20-30 menit sudah bisa keluar dari bandara. Ini juga diapresiasi Konsul Security Kedutaan China Zhu Dhi,” ujar Vinsensius Jemadu, Asdep Greater China Kemenpar.

Perkembangan ini membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya makin bersemangat menjadikan Manado sebagai hub pariwisata dari pasar Pasifik, seperti China, Hongkong, Makau, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.

"Atraksi pariwisata di Manado kita acungkan jempol. Makanya kita buat 'Beyond Manado' untuk menjadi hub pariwisata. Silakan merayakan Imlek dan Cap Go Meh di Manado. Gong Ci Fa Cai!" kata Arief Yahya.

Editor : Vien Dimyati