KEK Tanjung Lesung Targetkan 1 Juta Wisman jika Ada Tol dan Bandara

Vien Dimyati ยท Selasa, 02 April 2019 - 15:43 WIB
KEK Tanjung Lesung Targetkan 1 Juta Wisman jika Ada Tol dan Bandara

KEK Tanjung Lesung Targetkan 1 Juta Wisman (Foto : iNews.id/Vien)

TANJUNG LESUNG, iNews.id - Tanjung Lesung merupakan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang ditargetkan menjadi '10 Bali Baru'. Bahkan, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan bisa mendatangkan satu juta wisatawan mancanegara (wisman) ke KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Menurut Menpar Arief Yahya, KEK Tanjung Lesung ditargetkan mampu menarik satu juta wisman atau setara dengan 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS). "Dari awal sudah dideklarasikan KEK Tanjung Lesung mampu mendatangkan satu juta wisman atau 1 miliar dolar AS. Saya janjikan kepada Presiden kalau Tol Panimbang dibangun maka akan mendatangkan lebih banyak devisa dibandingkan nilai investasi yang dikeluarkan," kata Menpar.

Untuk mendatangkan wisman, Menpar menambahkan, pembangunan bandara juga sangat penting setelah tol. "Yang belum dibangun adalah bandara. Ada akses jalan tol itu sudah oke. Karena mampu mempersingkat perjalanan wisatawan menjadi dua jam, tapi bandara Banten juga diperlukan. Saya rasa dengan adanya bandara itu lebih baik untuk pariwisata di sini. Banten paling dekat dengan pasar utama yaitu Jakarta. Selain tol seharusnya Banten miliki bandara," kata Menpar.

Menpar Arief Yahya juga menjelaskan, hal ini pernah dia lakukan saat meminta bandara di Silangit, Danau Toba, Sumatera Utara. Jumlah kunjungan ke Toba lewat bandara Silangit meningkat dari 2017 sebesar 280 ribu menjadi 420 ribu pada 2018.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, Pandeglang memiliki 256 potensi objek wisata. Hanya saja belum terkelola dengan baik. Terutama untuk di wilayah paling barat Provinsi Banten.

"Dari ratusan potensi wisata di Pandeglang memang belum terkelola baik. Maka itu, dengan kebijakan yang didorong Menpar agar ada jalan tol dari Serang ke Pandeglang, saya yakin pariwisata Pandeglang akan berkembang," kata Irna Narulita.

Pantai Tanjung Lesung terletak di Pandeglang, Banten atau berjarak 160 kilometer dari Ibu Kota Jakarta, sehingga bisa ditempuh dengan perjalanan darat. Pantai ini memiliki pasir putih dan lokasinya dekat Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Krakatau, dan Pulau Umang.

Akhir 2018 lalu, Selat Sunda mengalami bencana tsunami yang mengakibatkan insfrastruktur, objek wisata, dan fasilitas lainnya mengalami kerusakan. Namun, setelah recovery selama tiga bulan, Selat Sunda mulai bangkit.

Menurut Menpar Arief Yahya, status daerah pasca bencana seperti Tanjung Lesung, Banten, yang terdampak tsunami Selat Sunda, memiliki pengaruh besar terhadap kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.

Maka itu, Menpar meminta agar media bisa ikut berperan dalam menyebarluaskan kabar bahwa Tanjung Lesung dan Selat Sunda sudah aman dikunjungi.

"Paling besar pengaruhnya dalam bencana adalah status daerah. Sebagai contoh, bencana meletusnya Gunung Agung di Bali. Bali bisa recover sektor pariwisatanya, setelah status bahaya dicabut. Saat status bahaya tersebut masih ada, Tiongkok mengeluarkan travel warning, akhirnya wisman tidak ada yg datang ke Bali," ujar Menpar.

Akibat travel warning tersebut, Bali kehilangan sekitar Rp1,5 triliun. Setelah status bahaya dicabut, pada April 2018 sektor pariwisata Bali dinyatakan normal kembali.

"Kalau status bahaya ditetapkan di Banten, apakah mungkin wisatawan khususnya wisman datang ke sini? tentu tidak ada wisatawan yang akan datang. Di Selat Sunda, status sekarang waspada tapi hanya radius 2 km dari Krakatau. Daerah lainnya aman dikunjungi. Saya minta, Banten jangan menetapkan status bahaya," kata Menpar.

Menpar menjelaskan sejak bencana tsunami Selat Sunda, okupansi hotel di Banten termasuk Anyer yang tidak terkena dampak menjadi rendah. Rata-rata okupansi Hotel di Banten, termasuk Tanjung Lesung, hanya mencapai 10-30%.

Untuk memikat wisatawan, KEK Tanjung Lesung sudah menyiapkan berbagai program menarik. "Dari Tanjung Lesung kita sedang mengembangkan program selain wisata pantai juga wisata desa. Kita juga mempersiapkan berbagai amenitas seperti beach club Lalassa," ujar Presiden Direktur PT Banten West Java (BWJ), Poernomo Siswoprasetijo selaku pihak pengelola KEK Tanjung Lesung.

Diharapkan berbagai program dan fasilitas baru yang dibangun di Tanjung Lesung dapat menarik dan menggaet wisatawan untuk berkunjung, sehingga pariwisata dikawasan KEK Tanjung Lesung kembali bergairah.

Editor : Vien Dimyati