Kemeriahan HUT RI di Berbagai Daerah, Salah Satunya Ada sejak Kolonial

Vien Dimyati ยท Sabtu, 17 Agustus 2019 - 11:42 WIB
Kemeriahan HUT RI di Berbagai Daerah, Salah Satunya Ada sejak Kolonial

Kemeriahan tradisi perayaan HUT RI (Foto : Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk memeriahkan peringatan HUT RI. Tidak hanya upacara bendera dan lomba. Di berbagai daerah, masyarakat juga kerap melakukan tradisi turun-temurun untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

Mulai dari sepakbola durian hingga lomba perahu naga. Tradisi tersebut selalu menarik wisatawan untuk berkunjung. Bahkan, ada tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman kolonial Belanda.

Ingin tahu apa saja tradisi unik tersebut? Berikut ulasannya seperti dirangkum iNews.id, Sabtu (17/8/2019).

Sepakbola Durian, Kebumen

Tradisi 17 Agustusan yang satu ini memang cukup ekstrem, karena bola yang digunakan untuk bermain berupa buah durian. Tradisi unik ini berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Biasanya, para pesertanya merupakan orang-orang khusus seperti anggota laskar Densus 99 dan anggota forum spiritual. Sebelum acara dimulai, seorang ustaz akan memimpin doa bersama demi kelancaran acara dan keselamatan para peserta.

Lomba Dayung Perahu Naga, Banjarmasin

Tradisi Lomba Dayung Perahu Naga selalu diselenggarakan masyarakat Banjarmasin dalam rangka menyambut HUT RI. Pelaksanaan lomba ini terbilang cukup unik karena setiap perahu memiliki kepala naga sebagai ujung depannya. Lomba ini diikuti oleh para peserta dari berbagai daerah yang ada di Kalimantan Selatan.

Kurang lebih ada 30 tim yang memperebutkan piala kategori umum dan pelajar. Peserta lomba dibagi dalam beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 10 orang. Mereka berlomba mendayung perahu naga sejauh 500 meter. Acara yang diselenggarakan di Sungai Martapura ini memperebutkan piala bergilir Gubernur. Lomba ini biasa digelar pada 16-17 Agustus setiap tahunnya.

Telok Abang, Palembang

Di Palembang, Sumatera Selatan juga ada tradisi 17 Agustusan unik yang tak ada di daerah lain. Namanya Telok Abang. Telok abang merupakan telur yang dicat dengan warna merah, kemudian ditancapkan pada perahu, pesawat, serta mobil mainan yang terbuat dari gabus. Tradisi ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan selalu ada saat merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

Jangan heran jika menjelang HUT RI di sepanjang jalan Kota Palembang akan banyak penjual yang menjajakan mobil, kapal, dan pesawat berukuran mini berbahan dasar kayu dan gabus. Lengkap dengan telur berwarna merah yang tertancap di mainan mini tersebut. Harga mainan-mainan mini tersebut dibanderol mulai dari Rp15.000 hingga Rp150.000.

Bola Api, Cirebon

Tradisi unik yang dilakukan masyarakat Cirebon, Jawa Barat untuk memperingati 17 Agustus adalah bermain bola api. Meskipun terdengar seram, tradisi ini menarik banyak perhatian dan masih terus dilestarikan hingga sekarang. Sepak bola api ini tidak jauh beda dengan sepak bola biasanya. Hanya bolanya saja yang berbeda. Bola tersebut terbuat dari kelapa kering dan bagian kulitnya dipisahkan. Setelah dipisahkan, kelapa itu direndam dan dibiarkan sampai beberapa minggu. Ketika dimainkan, kelapanya dibakar dan langsung dimainkan pada saat api menyala.

Untuk memainkan bola api ini, konon katanya para santri harus melakukan puasa selama 21 hari terlebih dahulu agar dapat bermain bola api dengan kaki telanjang. Tradisi bola api berawal dari Pesantren Babakan Ciwaringin dan kemudian melebar luas dan eksis sebagai salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat Cirebon dalam merayakan hari kemerdekaan.


Editor : Vien Dimyati