Mangrove Volunteers Day, Menyelamatkan Taman Wisata Hutan Bakau di Ujung Jakarta

Vien Dimyati · Jumat, 16 Agustus 2019 - 17:51:00 WIB
Mangrove Volunteers Day, Menyelamatkan Taman Wisata Hutan Bakau di Ujung Jakarta
Menyelamatkan mangrove (Foto : iNews.id/Vien)

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak cara untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan. Salah satunya dengan menanam mangrove di Taman wisata yang ada di ujung Jakarta. Taman wisata ini tak hanya memiliki daya tarik, tetapi juga menyimpan banyak manfaat.

Berada di kawasan ekosistem mangrove Angke Kapuk, Jakarta Utara, Anda dapat melihat rimbunnya hutan bakau. Terlihat asri dan instagramable.

Untuk menikmati hutan bakau di taman wisata ini, Anda dapat menjelajahi jembatan bambu. Melihat aneka jenis mangrove yang menjadi rumah bagi banyak biota.

Bahkan, dalam rangka peringatan 'Mangrove Volunteers Day' 2019, sebanyak 1.000 orang berkunjung ke taman wisata ini untuk menanam mangrove.

Ketua Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Rizal Algamar mengatakan, kegiatan kali ini merupakan komitmen untuk menyelamatkan mangrove dari kerusakan. Menurutnya, dalam menanam mangrove tidak boleh sembarangan.

"Untuk menanam mangrove juga tidak bisa asal. Diperlukan perencanaan terpadu. Jika sembarangan menanam malah akan merusak ekosistem," kata Rizal di Jakarta, Kamis (16/8/2019).

Menurut Rizal, pengelolaan hutan mangrove Muara Angke menjadi wilayah awal dari berjalannya program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA). Dia melihat, tindakan kolektif diperlukan untuk menyelamatkan ekosistem mangrove terakhir di Jakarta ini. Maka itu diperlukan pengelolaan terpadu dan kolaboratif yang menyatukan seluruh pihak yang peduli akan kelestarian mangrove.

Mangrove Volunteers Day 2019 ini diramaikan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), dan para mitra yang terdiri dari APP Sinar Mas, PT Indofood Sukses Makmur, Tbk, PT Chevron Pacific Indonesia, dan PT Djarum.

Dalam kegiatan ini dilakukan aksi penanaman mangrove di kawasan arboretum, pembibitan di area Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, dan pembersihan sampah di Suaka Margasatwa Muara Angke.

Sebanyak 270 bibit dari lima jenis mangrove, yaitu Rhizophora mucronata, Rhizphora stylosa, Rizhophora Apiculata, Sonneratia alba, dan Bruguiera gymnorrhiza ditanam secara simbolis dalam kegiatan ini.

"Total, akan ada 1.000 batang yang mewakili seluruh jenis mangrove yang tumbuh secara alami di kawasan teluk Jakarta. Hal ini menjadi langkah penting mengingat kondisi mangrove di teluk Jakarta terus tertekan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, luas lahan mangrove terus berkurang, limbah industri dan rumah tangga yang mencemari hutan mangrove mempercepat kerusakan kawasan ini.

"Terlebih lagi, Jakarta adalah hilir dari 13 sistem daerah aliran sungai, yang selain membawa air, juga membawa sampah plastik dan mengancam kehidupan ekosistem mangrove. Padahal, ekosistem mangrove menjadi daerah perlindungan dan perkembangan bagi biota laut yang sangat beragam, seperti ikan, kepiting, udang dan moluska, serta fauna hutan seperti monyet, burung dan reptil," katanya.

Sementara itu, hadir grup band Wolftank yang digawangi Ariyo Wahab, Tyo Nugros, Noey Jeje, dan Kin Aulia. Dalam kesempatan ini mereka turut menyampaikan pesan pentingnya melestarikan mangrove dan mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam gerakan ini.

Sebagai catatan, Indonesia adalah negara dengan lahan mangrove terbesar di dunia. Luasannya mencakup 75 persen dari total luas mangrove di kawasan Asia Tenggara dan 27 persen dari total mangrove di seluruh dunia.

Editor : Vien Dimyati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda