Mengenal Desa Wisata Nglinggo, Destinasi Unggulan di Yogyakarta

Vien Dimyati ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 15:49 WIB
Mengenal Desa Wisata Nglinggo, Destinasi Unggulan di Yogyakarta

Keindahan Desa Wisata Nglinggo (Foto:Instagram Uki_Indonesia)

JAKARTA, iNews.id - Travelling ke Yogyakarta belum lengkap tanpa mengunjungi beberapa desa wisata yang menawarkan pemandangan alam yang natural. Apalagi jika desa tersebut juga dikelola baik oleh komunitas atau pengelola pariwisata.

Salah satunya adalah Desa Nglinggo yang ada di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Desa ini berhasil menjadi juara pertama pengeloaan Community Based Tourism (CBT) di Indonesia, mengalahkan Desa Wisata Semen, Blitar, Jawa Timur dan Desa Wisata Sanur Kauh, Denpasar, Bali.

Nglinggo dijadikan sebagai salah satu desa wisata tidak lain karena daya tarik keindahan alam pegunungannya. Di sana Anda dapat menikmati keindahan alam, air terjun, perkebunan teh dan kopi. Selain itu suasana kemasyarakatan yang masih menjaga tradisionalitas kehidupan Jawa serta keseniannya semakin menarik untuk dikunjungi. Wisatawan yang berkunjung ke Nglinggo bisa berjalan kaki menyusuri petak demi petak perkebunan teh yang terletak di ketinggian 800 m dpl.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Rizki Handayani Mustafa mengatakan, pembangunan pariwisata ke depan akan mengembangkan desa. Menurutnya, dulu pemerintah belum terlalu melihat peluang ini. Tetapi sekarang pariwisata pedesaan mulai dilirik.

"Untuk menjadikan suatu daerah menjadi desa wisata. Diperlukan Community Based Tourism yang dijalankan oleh komunitas, pengelola pariwisata berbasis masyarakat. Karena ke depan pariwisata di Indonesia berada di pedesaan. Bisa jadi ke depan kita buat festival Community Based Tourism," kata Rizki Handayani dalam acara Apresiasi CBT dan Homestay, di Kemenpar Jakarta, Rabu 5 Desember 2018.

Rizky menambahkan, apresiasi masyarakat terhadap pariwisata bukan hanya dikategori CBT saja. Tetapi juga di kategori homestay. Tahun ini, homestay yang menjadi juara pertama adalah Rejo Homestay, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Homestay yang ada di Yogyakarta ini mengalahkan Esa Di Kubu Homestay, Buleleng, Bali dan Umah Dau Homestay, Karangasem, Bali.

Asdep Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga Wisnu Bawatarunajaya mengatakan, apresiasi CBT dan Homestay tahun ini memasuki tahun keempat. "Tujuannya mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Juga untuk mendorong usaha masyarakat pariwisata berkelanjutan, yang mampu menjaga kearifan lokal," kata Wisnu.

Menurutnya, pengelolaan pariwisata berbasis komunitas banyak diterapkan di destinasi wisata. Penerapan CBT dapat ditemukan pada pengelolaan destinasi pariwisata yang dilakukan oleh pokdarwis, karang taruna, forum komunitas ataupun pengelola desa wisata.

Adapun nama pemenang apresiasi usaha masyarakat bagi CBT dan Homestay 2018 adalah:

1. Desa Wisata Nglinggo Kulonprogo, Yogyakarta
2. Desa Wisata Semen, Blitar, Jawa Timur
3. Desa Wisata Sanur Kauh, Denpasar, Bali
4. Desa Wisata Batu Layang, Cisarua, Bogor, Jabar
5. Desa Wisata Uma Uta, Sikka, NTT
6. Desa Wisata Abang Batu Dindin, Bangli, Bali

1. Rejo Homestay, Sleman, Yogyakarta
2. Esa Di Kubu Homestay, Buleleng, Bali
3. Umah Dau Homestay, Karangasem, Bali
4. Pak Mae Homestay, Belitung, Babel
5. Nyamnyak Homestay, Sabang, Aceh
6. Sembalun Lodge Homestay, Lombok Timur, NTB

 


Editor : Vien Dimyati