Mengenal Keunikan Budaya Pulau Bangka dalam Cultural Wave Festival

Vien Dimyati ยท Selasa, 26 Maret 2019 - 14:30 WIB
Mengenal Keunikan Budaya Pulau Bangka dalam Cultural Wave Festival

Mengenal Keunikan Budaya Pulau Bangka (Foto: Kemenpar)

JAKARTA, iNews.id - Selalu saja ada hal menarik yang dapat dieksplor ketika Anda memilih Pulau Bangka sebagai destinasi wisata yang dikunjungi. Mulai dari keindahan alam hingga budayanya.

Jika Anda tertarik ingin mengenal keunikan budaya Pulau Bangka, tidak ada salahnya mengunjungi pulau ini pada 2-7 April 2019. Pulau ini akan menggelar Bangka Cultural Wave Festival (BCWF) 2019, yang akan berlangsung di De’Locomotief, Pantai Wisata Tonaci, Sungailiat, Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Dalam festival ini, traveler akan melihat keunikan budaya multietnis, seperti Melayu, Tiongkok, Belanda, Jawa, Arab, dan beragam suku bangsa di Tanah Air lainnya.

Penyelenggaran BCWF 2019 dengan mengangkat tema ‘Home Coming’  tersebut akan menampilkan  beragam budaya berupa pertunjukan musik dan tari dari berbagai daerah Nusantara hingga mancanegara. Selama satu minggu berlangsungnya festival ditampilkan tujuh kegiatan utama, yakni Bangka Wave Carnival, Bangka Ethnik Wave Permormance Festival, Bangka Etnik Musik Festival, dan Bangka Art Wave.

Selain itu juga digelar berbagai lomba antara lain, Barongsai competition, sport fance competition, lomba kreasi lagu daerah, kreasi tari tradisi, kreasi pasir pantai, lomba lukis untuk anak-anak, pemilihan Putri Lokomotif, video blog, fotografi, mahjong dan catur China.

Juga diselenggarakan workshop dan bazar serta local performance  antara lain, nganggung bersama tudong saji, kolaborasi live seni lukis dari macam-macam aliran, kolaborasi tarian dan musik tradisional Nusantara, Chinese Kolosal Threatical dan live demo kuliner.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan BCWF 2019 sebagai upaya pelestarian dan pengembangan budaya sebagai daya tarik wisata sekaligus mempromosikan serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Bangka yang tahun lalu mencapai 75.000 wisatawan.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, penyelenggaraan event akan meningkatkan ekonomi serta indeks kebahagiaan masyarakat sekaligus memperkuat unsur 3A (akses, amenitas, atraksi) juga unsur terpenting CEO Commitment. “Pulau Bangka rencananya memiliki 2 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah dan Pantai Timur Sungailiat, Kabupaten Bangka. Kemajuan 2 KEK sebagai destinasi kelas dunia ini tidak lepas dari CEO Commitment,” kata Menpar Arief Yahya.

Rencananya kedua KEK di Bangka dan Bangka Tengah tersebut, menurut Menpar, di Tanjung Gunung untuk mendukung pariwisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) sedangkan di Pantai Timur Sungailiat untuk sport tourism dan budaya. Namun, keberadaan kedua KEK tersebut juga dalam rangka memperkuat marine tourism sebagai keunggulan dari pariwisata Pulau Bangka.

Hal senada disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Multikultural, Esthy Reko Astuti yang pada kesempatan tersebut mewakili kehadiran Menteri Pariwisata. Menurutnya, Bangka Culture Wave Festival dan Sungailiat Triathlon merupakan momentum untuk memperkenalkan dan mempromosikan pariwisata Bangka bagi para wisatawan. Dengan mengemas kegiatan tersebut dalam bentuk festival, artinya mengemas berbagai daya tarik di Bangka dalam suatu kemasan yang menarik.

“Kami harapkan dengan diadakannya BCWF dan Sungailiat Triathlon di Bangka, dapat menjaring lebih banyak wisatawan yang datang. Kami ingin agar Bangka lebih dikenal, sama halnya dengan Belitung yang namanya sudah dikenal berkat lokasinya yang digunakan dalam sebuah film Laskar Pelangi. Kami ingin hal yang sama juga terjadi di Bangka, yakni semakin dikenal masyarakat terutama dalam hal daya tarik wisatanya,” ujar Esthy.

Masih pada kesempatan yang sama, Bupati Bangka, Mulkan menjelaskan, BCW Festival 2019 sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan BCWF tahun lalu, diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Bangka. “Lokasi penyelenggaraan BCW Festival 2019 sangat dekat dengan Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang hanya sekitar 1 jam dengan kendaraan darat sehingga akan menarik minat pengunjung,” kata Mulkan.

Penyelenggaraan BCW Festival 2019 di kawasan pantai yang eksotis serta banyak pilihan akomodasi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pada penyelenggaraan BWCF tahun ini pihak panitia penyelenggara menargetkan 5.000 wisatawan mancanegara (wisman), dan 50.000 wisatawan nusantara (wisnus), sedangkan pada tahun lalu berhasil menarik sebanyak 1.500 wisman dan 30.000 wisnus.


Editor : Vien Dimyati