Mengintip Keindahan Gili Trawangan Usai Gempa Lombok

Vien Dimyati ยท Kamis, 21 Februari 2019 - 14:54 WIB
Mengintip Keindahan Gili Trawangan Usai Gempa Lombok

Gili Trawangan menjadi primadona wisatawan yang berkunjung di Lombok, NTB. (Foto: iNews.id/Vien Dimyati)

LOMBOK, iNews.id - Gili Trawangan sudah menjadi agenda wajib untuk dikunjungi jika travelling ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gili Trawangan merupakan pulau terbesar di Lombok setelah Gili Air dan Gili Meno.

Biasanya, wisatawan yang datang ke sini melakukan scuba diving, snorkeling, berperahu kano, berenang dan berjamur di pantai. Akhir tahun lalu, pulau yang indah ini sempat terkena bencana gempa. 

Restoran, bar, hingga penginapan hancur. Beberapa fasilitas wisata rusak. Wisatawan mancanegara (wisman) sempat trauma untuk berkunjung ke Gili Trawangan.

Kini, Gili Trawangan sudah kembali normal. Terlihat turis berlalu lalang, berjemur, hingga menikmati keindahan pantai di sini. Ini menandakan Gili Trawangan kembali diincar turis. Pasalnya, Gili Trawangan kerap menjadi tempat pelarian bagi wisatawan yang bosan dengan suasana di Pulau Bali.

Lalu Widianing Artha, Ketua Lombok Promotion Team mengatakan, sebelum gempa Lombok terjadi, wisatawan domestik dan mancanegara bisa mencapai ribuan. Kini sejak gempa, mulai berkurang. Meski demikian, turis masih mau datang karena menganggap bencana gempa bisa terjadi di mana saja.

"Pariwisata itu sepi kalau daerahnya ada teroris. Tetapi kalau bencana gempa masih dimaklumi. Maka itu, kami tetap promosikan Lombok secara langsung ke Pulau Jawa, mulai dari Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Jawa Barat," kata Lalu Widianing kepada iNews.id, Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (21/2/2019).

Meski turis terlihat berlalu lalang di Gili Trawangan, tetapi jumlahnya memang berkurang. Hotel-hotel sepi mencapai 80 persen. Tetapi dia berharap, Agustus mendatang wisatawan yang datang bisa mencapai 60 persen.

Perlu diketahui, Gili Trawangan merupakan lokasi yang ideal. Tempat ini bisa ditempuh dari Padang Bai dan Bali melalui Pelabuhan Bangsal Pemenang, Lombok. Pilihan penyeberangannya beragam, dari privat sampai menggunakan kapal feri biasa.

Suasana yang ditawarkan begitu identik. Kafe-kafe bergaya internasional berpadu dengan kehidupan warga lokal. Bersama dengan Gili Meno dan Gili Air, Gili Trawangan adalah tiga gugusan pulau kecil di sebelah utara Lombok, sekitar 18 kilometer dari Senggigi.


Editor : Tuty Ocktaviany