Mengintip Keindahan Rintisan KEK Pariwisata Sungai Liat di Babel

Vien Dimyati ยท Sabtu, 16 Maret 2019 - 11:28 WIB
Mengintip Keindahan Rintisan KEK Pariwisata Sungai Liat di Babel

Keindahan Sungai Liat Babel (Foto: Kemenpar)

BANGKA, iNews.id - Travelling ke Bangka Belitung (Babel), belum lengkap tanpa mengunjungi Sungai Liat. Sungai Liat merupakan pusat kota di Babel yang wajib dikunjungi. Sebab, di tempat ini Anda dapat menikmati keindahan berbagai pantai eksotis yang dapat memanjakan mata wisatawan.

Karena memiliki objek wisata yang memesona, tidak heran jika Sungai Liat menjadi salah satu tempat yang akan dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Lantas, seperti apa keindahan Sungai Liat Babel?

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meninjau lokasi rintisan yang akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Sungai Liat, di Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Selain melakukan kunjungan kerja ke kawasan Tanjung Gunung, Babel, Menteri Pariwisata bersama Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitung, Rivai, dan jajaran pengelola calon KEK juga meninjau kesiapan Kawasan Ekonomi Khusus Sungai Liat di Kabupaten Bangka, Kamis 14 Maret 2019.

Pada kesempatan tersebut, Menpar memantau fasilitas amenitas dan atraksi yang ada kawasan Sungai Liat sambil berdiskusi dengan pengelola KEK mengenai pengembangan KEK Pariwisata. Menpar memberi masukan terkait pengelolaan kawasan tersebut agar dapat menjadi daya tarik wisata.

Ada tiga lokasi yang sempat disambangi Menpar. Pertama adalah Pantai Tikus Emas yang dikenal memiliki daya tarik wisata pantai dan sudah sangat diminati wisatawan. Rencananya di lokasi itu akan dibangun sejumlah sarana hiburan pendukung yakni spot untuk swafoto, ATV, dan lapangan voli.

Menpar bersama Wakil Bupati Bangka, Syahbudin dan Direktur PT Pantai Timur Sungai Liat, Thomas Jusman menyempatkan untuk melepas tiga ekor penyu dari Pantai Tikus Emas, Kabupaten Bangka. Hal ini dilakukan sebagai simbol kepedulian Pemerintah dan pihak terkait terhadap pelestarian alam untuk keberlangsungan pariwisata.

Beranjak dari lokasi itu, Menpar mengunjungi Puri Tri Agung yang merupakan destinasi wisata religi. Lokasinya berada di gugusan perbukitan, menghadap langsung ke Laut China Selatan. Puri Tri Agung berada di jalur lintas timur Bangka berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Pangkal Pinang.

Menpar mengaku sangat kagum dengan bangunan berbentuk bulat dan tinggi hampir 30 meter, di dalamnya terdapat patung dan tempat sembahyang. Selain bangunannya yang megah, taman di depan Puri Tri agung pun luas dan hijau, sehingga sangat menarik untuk digunakan sebagai lokasi swafoto.

Di akhir kunjungannya, Menpar menyambangi lokasi pembangunan Taman Bintang Samudra yang merupakan taman wisata. Rencananya, pembangunan gedung kantornya akan selesai pada Agustus 2019, sementara pembangunan taman dilakukan pada tahap berikutnya. Lokasi ini akan dibuat sebagai lokasi wisata buatan.

Menpar berharap kunjungan ketiga lokasi tersebut dapat menstimulus pengelola kawasan agar semakin baik dalam mengelola daerah yang akan dirintis sebagai kawasan ekonomi khusus.


Editor : Vien Dimyati