Mengintip Lebaran di Berbagai Negara Dunia, Berpelukan hingga Makan-Makan

Vien Dimyati ยท Rabu, 05 Juni 2019 - 15:06 WIB
Mengintip Lebaran di Berbagai Negara Dunia, Berpelukan hingga Makan-Makan

Lebaran di Berbagai Negara Dunia (Foto : Smithsonian Magazine)

JAKARTA, iNews.id - Bagi umat Islam, Lebaran adalah momen paling membahagiakan. Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, saatnya bersuka cita menyambut Lebaran.

Seluruh umat muslim sedunia merayakan hari kemenangan ini. Tradisi menyambut Lebaran di belahan dunia ternyata berbeda-beda. Mereka memiliki cara tersendiri untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Seperti apa, ya? Berikut ulasannya, Rabu (5/6/2019).

Amerika Serikat

Meskipun mayoritas penduduk Amerika Serikat beragama non-Muslim, perayaan Lebaran di sana tetap meriah. Komunitas masyarakat muslim yang ada di negara ini menginformasikan datangnya Hari Raya Lebaran melalui sambungan telepon atau internet (e-mail).

Setelah menjalankan Salat Ied, umat muslim di sana akan saling berpelukan dan menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri. Pakaian yang mereka gunakan bervariasi, mengingat kebanyakan umat muslim di sana adalah kalangan imigran, jadi mereka menggunakan pakaian khas negaranya masing-masing.

Arab Saudi

Perayaan Lebaran di Arab Saudi kental dengan pertunjukan kesenian. Sejumlah pagelaran seperti teater, pembacaan puisi, parade musik, dan pertunjukan tari kerap diadakan di negara ini.

Menu wajib yang harus ada adalah daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional. Hal ini juga terjadi di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya. Selain itu, biasanya mereka akan menghiasi rumah mereka dengan hiasan khas Lebaran.

China

Pada hari Lebaran, umat islam di China akan mengenakan baju khas mereka, kaum pria akan mengenakan jas dan kopiah putih, sedangkan kaum wanita akan menggunakan baju hangat dan kerudung.

Seusai salat Ied, mereka makan-makan dan bersilaturahmi. Seusai bersilaturahmi, kemudian Mengunjungi makam leluhur, membersihkan dan mempersembahkan doa adalah tradisi saudara kita di China sana. Tradisi doa ini pun dilakukan khusus untuk menghormati ratusan ribu muslim yang tewas selama Dinasti Qing dan selama Revolusi Kebudayaan.

India

Umat islam di India biasanya berkumpul di Jama Masjid yang terletak di New Delhi untuk melakukan salat Ied. Setelah salat, mereka berbincang-bincang sambil memakan hidangan khusus yang disebut siwaiyaan, campuran bihun manis dengan buah kering dan susu.

Turki

Lebaran di Turki disebut dengan kata Bayram. Masyarakat di sana akan mengenakan pakaian khas yang dinamakan Bayramlik. Mereka merayakannya sembari memberikan salam satu sama lain. Sama dengan Indonesia, anak-anak di sana akan memberikan hormat kepada yang lebih tua dengan cara mencium tangan atau bersujud.

Orangtua kemudian membalas dengan ciuman di kedua pipi sebagai simbol kasih sayang. Setelah itu, anak-anak mendapatkan hadiah berupa koin uang, permen, atau manisan.

Ada satu hal unik pada perayaan Lebaran di Turki. Hanya kaum pria yang pergi ke masjid untuk melakukan Salat Ied, sedangkan kaum perempuan hanya berdiam di rumah.


Editor : Vien Dimyati