Menhub dan Menparekraf Tawarkan Insentif kepada Maskapai & Industri Pariwisata

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 17:44 WIB
Menhub dan Menparekraf Tawarkan Insentif kepada Maskapai & Industri Pariwisata

Maskapai penerbangan, hotel, dan restoran akan mendapat insentif dari pemerintah (Foto : iNews.id/Wildan)

JAKARTA, iNews.id - Wabah virus korona sudah mengganggu industri pariwisata. Terutama sejak ditutup sementara penerbangan dari dan ke China.

Untuk mengairahkan kembali industri ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishutama Kusubandio dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan menawarkan insentif kepada maskapai dan industri pariwisata.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, banyak maskapai penerbangan yang berhubungan dengan negara China saat ini sedang bermasalah karena wabah virus Korona. Oleh sebab itu, pertemuan ini dilakukan agar ada ruang di mana Indonesia bisa memberikan insentif dan kerjasama yang baik.

"Sejalan dengan arahan pak presiden (Jokowi Widodo) kemarin, kita ingin memberikan ruang semacam insentif, di mana Menkeu (Sri Mulyani) sudah menyampaikan itu, kami berdua sudah diinfokan," kata Menhub Budi Karya, saat mengumpulkan maskapai-maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia, di Balairung, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Pertemuan ini dilakukan untuk memberikan penawaran insentif bagi para airlines tersebut.

Menurut Budi Karya, intensif apa yang diberikan masih dalam pembahasan secara bersama kementerian terkait. Nantinya, setelah dilakukan koordinasi baru hasil tersebut diberikan kepada Presiden Joko Widodo.

"Apa yang diberikan, tentu isentif itu yang memang paling berguna ya, oleh karenanya beberapa hari ini kami membuat suatu klarifikasi setelah itu akan diberikan ke presiden minggu depan," ujarnya.

"Ada yang minta berupa PNBT yang dikenakan setiap air craft, tapi kita timbang timbang apa yang kita berikan, kepada siapa, kepada penumpang atau air craftnya," ujarnya.

Menparekraf Wishutama menambahkan, insentif yang diberikan pemerintah tak hanya dilakukan kepada maskapai penerbangan. Namun, juga dilakukan kepada pihak restoran dan hotel yang berada di Indonesia.

"Tentunya kita juga sudah melakukan pembicaraan juga dengan chain hotel, PHRI, dsb. Yang terkait dengan pariwisata secara keseluruhan, ini adalah usaha kita bagaimana dapat menghadapi, melewati virus korona ini. Tidak mudah tetapi harus kita tetap lakukan terbaik dalam hal ini," katanya.

Berikut adalah daftar airlines yang diundang Menhub dan Menparekraf di Balairung, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf:

Air China, Air Niugini, All Nippon Airways, Asiana Airlines, Cathay Pasific Airways, Cebu Pasific Airlines, China Airlines, China Southern Airlines, Emirates Airlines, Ethiopian Airlines, Etihad Airways, Eva Air, Garuda Indonesia, Japan Airlines, Jetstar Asia Airways& Jetstars Airways, KLM Royal Dutch Airlines, Korean Airlines, Malaysia Airasia, Malaysia Airlines, Oman Air, Philippine Airlines, Qantas Airways, Qatar Airways, Royal Brunei Airlines, Saudi Arabia Airlines, Singapore Airlines, SilkAir, Srilanka Air lines, Thai Airlines, Turkhis Airlines, Vietnam Airlines, Virgin Australia dan Xiamen Airlines.

Editor : Vien Dimyati