Menjadi Bali Baru, Perluasan Bandara Sam Ratulangi Percepat Kemajuan Pariwisata KEK Likupang

Vien Dimyati ยท Selasa, 08 Oktober 2019 - 19:23 WIB
Menjadi Bali Baru, Perluasan Bandara Sam Ratulangi Percepat Kemajuan Pariwisata KEK Likupang

Pariwisata KEK Likupang (Foto : Kemenpar)

MANADO, iNews.id - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara menjadi salah satu destinasi super prioritas yang akan menjadi Bali Baru. Bahkan, untuk mempercepat pariwisata di sana, Bandara Sam Ratulangi akan diperluas.

Bandara Sam Ratulangi diyakini menjadi salah satu faktor yang mampu mempercepat kemajuan pariwisata di sekitar KEK Likupang sebagai destinasi prioritas pariwisata.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, saat meninjau Bandara Sam Ratulangi menyambut baik rencana perluasan airport tersebut.

"Salah satu quick wins untuk Sulut adalah pembangunan infrastruktur transportasi udara atau aksesibilitas. Nantinya juga runway akan diperpanjang dari 2.600 meter menjadi 2.800 meter, targetnya Agustus 2020 akan selesai,” kata Menpar di Sulut, Selasa (8/10/2019).

Menpar Arief meninjau langsung bandara yang rencananya akan diperluas dua kali lipat yang semula 26.000 meter persegi akan dipugar menjadi 56.000 meter persegi. Pada kesempatan itu Menpar didampingi General Manager Bandara Sam Ratulangi Minggus E.T. Gandeguai.

Perluasan bandara itu diperkirakan akan memungkinkan kapasitas bandara naik signifikan, sehingga dapat melayani hingga 6 juta penumpang per tahun. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat, dari yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 juta orang per tahun.

Konektivitas ini pun, lanjut Arief Yahya, semakin membuktikan Sulut sebagai The Rising Star sektor pariwisata Indonesia. Dalam empat tahun terakhir pariwisata Sulut tumbuh sebesar 6 kali lipat atau 600 persen.

“Dalam empat tahun kunjungan wisman ke Sulut meningkat enam kali lipat. Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar dua juta menjadi empat juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar lima sampai 10 persen,” katanya.

Saat ini, bandara Sam Ratulangi melayani penerbangan internasional langsung ke Tiongkok. Dan beberapa waktu lalu, Garuda Indonesia resmi melayani rute penerbangan internasional Manado (Sulawesi Utara) - Davao (Filipina).

Penerbangan Manado–Davao pp dioperasikan dengan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang (all economy class) sebanyak dua kali per minggu, yakni pada Senin dan Jumat.

"Diharapkan, dengan diperluasnya Bandara Sam Ratulangi akan menambah jumlah direct flight dari berbagai originasi ke Sulut," kata Menpar Arief.


Editor : Vien Dimyati