Meriah, 1.000 Wisatawan China Rayakan Imlek di Bali

Vien Dimyati ยท Jumat, 16 Februari 2018 - 13:25 WIB
Meriah, 1.000 Wisatawan China Rayakan Imlek di Bali

Perayaan Imlek di Bali (Foto: Thebeatbali)

DENPASAR, iNews.id - Perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 16 Februari 2018, membuat Bali dipadati dengan wisatawan asal China. Bahkan wisatawan yang datang mencapai 1.000 pengujung.

Pesona pariwisata Bali tidak henti-hentinya menarik wisatawan mancanegara. Pulau Dewata dibanjiri 1.000 wisatawan asal China melalui perayaan Imlek 2018.

Pada Kamis 15 Februari 2018, gelombang pertama wisatawan China langsung menyerbu Hotel Harris di Sunset Road, Bali. Jumlahnya langsung massif. Angkanya menembus 1.000 wisman. Kunjungan wisman China ini tidak berakhir sampai di situ. Masih ada 15.000 turis China lainnya yang bakal berlibur ke Bali dalam rangka libur Imlek 2018.

"Ini menandakan Bali adalah tempat istimewa untuk merayakan Imlek. Arti penting lainnya, travel warning pemerintah China jadi tidak berlaku lagi," tutur Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana, melalui keterangan pers, yang diterima iNews.id, Jumat (16/2/2018).

Tak ingin kehilangan momentum, beragam sambutan hangat pun langsung diberikan. Dari mulai atraksi budaya, suguhan gala dinner hingga live music, semuanya ditampilkan di Ballroom Hotel Harris Sunset Road.

“Perayaan Imlek sangat penting. Kami ingin berbagi kegembiraan dengan para wisatawan China. Mereka harus lebih mengenal beragam potensi pariwisata yang dimiliki Indonesia, khususnya di Bali. Kami sangat terbuka kepada mereka. Ayo, silakan bergabung di sini,” ujar I Gde Pitana.

Khusus untuk even Konjen China di Bali, perayaan Imlek digelar dua hari di Harris Hotel Sunset Road, Bali. “Bali luar biasa. Suasana perayaan Imlek di Bali ternyata sangat mirip dengan di China. Yang merayakan Imlek, saya ucapkan Selamat Tahun Baru,” kata Chen Wei, selaku Konjen China di Bali.

Chen Wei memang terlihat total saat menggelar even perayaan Imlek di Bali. Dengan dukungan Kementerian Pariwisata, Konjen China di Bali terlihat all out menyiapkan segalanya.

Nuansa budaya China yang didominasi warna merah tersebar merata di tengah acara. Bahkan, seniman dari Provinsi He Nan China,  ikut diboyong ke tengah acara. Itu belum termasuk pertunjukan Barongsai, pembagian angpau oleh dewa uang, parade kuliner, dan pembagian doorprize.

“Acara sangat padat dan menarik. Ada budaya Bali. Budaya China. Ini seperti pertukaran budaya dua negara. Mudah-mudahan setelah ini wisatawan China bisa berkontribusi lebih besar lagi terhadap perkembangan pariwisata Indonesia," ujarnya.

Saat ini, Negeri Tirai Bambu jadi market utama pariwisata Indonesia. Dalam rentang waktu Januari-November 2017, sebanyak 1,97 juta warga China berkunjung ke Tanah Air.

Jumlah tersebut tumbuh 42,22 persen dari tahun sebelumnya. Nominalnya bahkan surplus 98.405 dari target. Jumlah masif itu turut berkontribusi bagi devisa sebanyak USD1,9 miliar. Persentase spendingnya ada di posisi tertinggi sebesar 92 persen.

Sepanjang 2017, total riil kunjungan wisman China mencapai 2.055.351 orang. Di bawah China, ada Australia  yang mendonasikan angka kunjungan 1.188.499 wisatawan, disusul India dengan jumlah 485.314 orang. Selanjutnya, ada 538.334 wisatawan dari Jepang dan 361.197 paspor Inggris yang datang ke Indonesia.

Angka itu membuat Menpar Arief Yahya makin pede. Menpar makin getol mempromosikan pariwisata Indonesia kepada warga China.

"Saya jelaskan lagi Pak Presiden Jokowi saja sudah ke Bali, sejak 22 Desember 2017. Di Bali, Pak Presiden juga bertemu dengan wisatawan mancanegara, bahkan selfie dengan para wisatawan dengan asyik dan nyaman. Jadi saya mengundang warga China untuk berwisata ke Indonesia, termasuk ke Bali. Silakan merayakan Imlek, tahun baru di tempat yang indah dan destinasi nomor satu dunia versi Trip Advisor 2017," Gong Ci Fa Cai!" tutur Arief Yahya.

Editor : Vien Dimyati