Mirip Tuktuk di Thailand, Bajay Akan Disulap Jadi Moda Pemandu Wisata Jakarta

Vien Dimyati ยท Selasa, 25 Juni 2019 - 13:34 WIB
Mirip Tuktuk di Thailand, Bajay Akan Disulap Jadi Moda Pemandu Wisata Jakarta

Bajay akan disulap jadi moda pemandu wisata di Jakarta. (Foto: iNews.id/Vien Dimyati)

JAKARTA, iNews.id - Jakarta merupakan kota metropolitan yang penuh dengan atraksi menarik. Tak hanya memiliki berbagai destinasi wisata, Jakarta juga memiliki sejarah dan kebudayaan yang dapat memikat wisatawan.

Salah satu hal menarik yang dapat memikat wisatawan adalah moda transportasi bajay. Kendaraan roda tiga ini mirip dengan tuktuk di Thailand, bahkan menjadi ikon dan diincar wisatawan.

Untuk membuat Jakarta semakin menarik, Kementerian Pariwisata ingin pengemudi bajay yang menjadi mitra Grab dapat menjadi pemandu wisata.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ingin membekali para mitra GrabBajay sebagai moda transportasi lokal ikonik di Jakarta dengan pelatihan tentang destinasi pariwisata.

Menurut Menpar Arief Yahya, pelatihan destinasi pariwisata itu diharapkan akan mendorong para mitra GrabBajay bukan hanya menjadi pengemudi, tapi juga pemandu wisata andal bagi para wisatawan.

“Dengan diluncurkannya layanan GrabBajay sebagai moda transportasi khususnya bagi wisatawan, saya mengharapkan para pengemudi dapat meningkatkan pelayanan. Untuk itu, kami ingin ikut berkontribusi memberikan training bagi para pengemudi mengenai destinasi wisata di kisaran Jakarta. Ini dimaksudkan agar pengemudi sekaligus menjadi pemandu wisata," ujar Arief Yahya, saat Grand Launching GrabBajay di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Senin 24 Juni 2019.

Lebih lanjut, Menpar menjelaskan peluncuran layanan GrabBajay ini menjadi terobosan daya tarik pariwisata yang tidak hanya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata, tapi memberikan pengalaman unik dan menarik bagi wisatawan.

"GrabBajay memang diperuntukkan bagi wisatawan karena mereka menyukai hal unik. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri," ujar Menpar.

Terobosan ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Grab dengan Kementerian Pariwisata untuk mendukung program Co-Branding Wonderful Indonesia.

“Sebelumnya, Grab juga telah melakukan Co-branding Wonderful Indonesia di berbagai layanan, konten informasi, dan promosi interaktif yang berkaitan dengan destinasi wisata Tanah Air melalui platform Grab termasuk dalam sewa GrabCar, GrabDaily, GrabFood, dan GrabRewards,” kata Menpar.

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata memperkenalkan GrabBajay sebagai alternatif layanan moda transportasi bagi wisatawan di destinasi wisata.

"Dengan dukungan teknologi digital, kendaraan roda tiga memiliki potensi baru bagi pariwisata. Bajay menjadi atraksi bagi turis asing karena unik dan ramah lingkungan. Seperti tuktuk di Thailand atau jeepney di Filipina, maka bajay merupakan ikon Jakarta, sudah ada sejak lama dari 1970-an," ujar Ridzki.

Saat ini, GrabBajay memiliki 60 mitra yang akan beroperasi. Para mitra ini tidak hanya dilengkapi oleh seragam dan topi, tapi dibekali pelatihan keamanan, keselamatan, dan penggunaan aplikasi.

"Dalam waktu dekat akan bertambah 40 orang menjadi 100 mitra dan terus bertambah," kata Ridzki.

Pemesanan GrabBajay dapat dilakukan di sejumlah wilayah seperti sekitar Kota Tua, ITC Mangga Dua, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Sawah Besar, dan Pasar Baroe. Wilayah tersebut dipilih karena dianggap sebagai pemukiman yang cukup padat, beserta pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata yang sibuk.

Selain memerlukan pelatihan mengenai destinasi pariwisata, pelatihan bahasa asing kepada para mitra GrabBajay juga dinilai perlu. "Pelatihan bahasa asing memang diperlukan, tapi waktunya tidak singkat. Untuk itu, Grab telah menyiasati dengan aplikasi chat yang akan digunakan sepanjang perjalanan. Aplikasi chat ini sudah dilengkapi terjemahan untuk berkomunikasi," ujar Ridzki.

Layanan digital moda transportasi lokal ikonik tidak hanya tersedia di Jakarta, tapi juga GrabBentor di Medan dan GrabBentor di Gorontalo.

"Kami juga melihat potensi untuk membuka moda ikonik di daerah lain, misal andong di Yogyakarta. Tapi yang sedang direncanakan adalah kerja sama pembuatan paket-paket wisata menggunakan bajay untuk wisatawan. Misal, keliling Kota Tua sejam menggunakan bajay," ujar Ridzki.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, April 2019 terdapat sekitar 1,3 juta kunjungan wisman ke Indonesia. Angka ini meningkat 0,11 persen dibanding April 2018.

Dengan sekitar 11.000 bajay di Jakarta yang digunakan mengunjungi sejumlah destinasi ikonik, peningkatan kualitas transportasi lokal berpotensi menambah daya tarik destinasi pariwisata.

Selain bertambahnya solusi transportasi unik, cepat, nyaman, dan dengan harga terjangkau (Rp3.000 per km), bajay yang diintegrasikan dengan teknologi fitur GrabBajay dapat memberikan dampak ekonomi baik bagi mitra pengemudi, pemilik bajay, maupun masyarakat di sekitar destinasi pariwisata.


Editor : Tuty Ocktaviany