Pariwisata Ditargetkan Sumbang Devisa 20 Miliar Dolar AS, Ini 5 Quick & Wins yang Dilakukan Wishnutama-Angela

Vien Dimyati ยท Kamis, 07 November 2019 - 20:33 WIB
Pariwisata Ditargetkan Sumbang Devisa 20 Miliar Dolar AS, Ini 5 Quick & Wins yang Dilakukan Wishnutama-Angela

Menparekraf Wishnutama dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/11/2019). (Foto: iNews.id/Vien Dimyati)

JAKARTA, iNews.id - Belakangan ini, pariwisata di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat cepat. Bahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan pariwisata menghasilkan devisa 20 miliar dolar AS atau meningkat dari tahun lalu sekitar 17 miliar dolar AS.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, perlu ada terobosan agar target devisa 20 miliar dolar AS dari pariwisata tercapai. Salah satunya melalui terobosan Quick & Wins yang akan menjadi fokus kerja selama lima tahun ini.

"Implementasi ke depan ada beberapa Quick & Wins. Kita harus berani lakukan perubahan dan terobosan maju dan berani keluar. Maka tidak menjadi hambatan karena faktor ego sektoral. Karena akan ada yang diefisienkan dan dibutuhkan untuk kemajuan pariwisata ke depan," kata Wishnutama dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung DPR, Kamis (7/11/2019).

Wishnutama yang didampingi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo beserta pejabat Kemenparekraf menambahkan, untuk mencapai target 20 miliar dolar AS perlu beberapa terobosan.

Adapun lima Quick & Wins yang jadi terobosan Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo adalah pertama, akselerasi penataan organisasi dan kelembagaan Parekraf. Kedua, akselerasi pengembangan destinasi super prioritas.

"Ini kami koordinasi intensif dengan kementerian PUPR dan Kemenhub untuk percepatan pembangunan infrastruktur di lima Destinasi Super Prioritas. Destinasi ini akan menjadi ruang hidup,” katanya.

Ketiga, akselerasi akses pembiayaan atas hal kekayaan intelektual (HKI).

"Untuk ini, kami ingin teman-teman di ekonomi kreatif bisa mendapatkan HKI sertifikat dan jadi jaminan pinjaman modal usaha. Ini penting untuk bidang ekonomi kreatif,” ucapnya.

Terobosan keempat adalah akselerasi mega event nasional.

"Ada 100 Calender of Event yang tetap dilanjutkan, ini modal besar dan model kebhinekaan yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Selain sudah ditetapkan Top 100 dan Top 10 National CoE, saya ingin di lima Destinasi Super Prioritas juga diselenggarakan event bermutu dan berskala internasional dan ada sentuhan kreativitas," kata Wishnutama.

Terobosan terakhir atau kelima adalah akselerasi national branding. Menurut Wishnutama, Presiden Joko Widodo ingin Indonesia memiliki single brand satu untuk semua.

Menparekraf Wishnutama optimistis bersama Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo meyakini pada 2020, target devisa 20 miliar dolar AS dari sektor pariwisata akan tercapai.

"Tahun ini memang masa sulit untuk mengejar target wisman. Tahun ini banyak travel warning. Meski satu daerah yang diberi. Tapi Indonesia dianggap bahaya dan ini berpengaruh terhadap jumlah wisatawan. Situasi politik juga berpengaruh. Orang mikir lagi untuk datang ke sini. Selain itu, bencana alam juga sangat dikhawatirkan dampaknya terhadap pariwisata. Tapi Insyaallah jumlah devisa yang dihasilkan tahun ini tidak akan meleset. Jumlah devisa yang masuk ke Indonesia lebih penting. Sebagai contoh New Zealand jumlah wisatawannya empat juta. Tapi spendingnya mencapai 5.000 dolar AS. Maka alam bisa terjaga, dampak ekonomi tinggi. Jadi tidak melulu jumlah wisatawan. Tapi bagaimana dampak terhadap lapangan pekerjaan," kata Wishnutama.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan, tahun ini jumlah wisman berkunjung agak sulit untuk tercapai. Tetapi, semoga devisa bisa tercapai dan optimistis.

"Ini menjadi hal baik, artinya kita utamakan kualitas wisatawan. Harus dibedakan, spending tourism besar, wisatawan dikit tapi devisa besar," kata Angela.


Editor : Tuty Ocktaviany