Pemulihan Pariwisata Pasca-Tsunami, Kemenpar Siapkan 23 Kegiatan

Vien Dimyati ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 14:42 WIB
Pemulihan Pariwisata Pasca-Tsunami, Kemenpar Siapkan 23 Kegiatan

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti (tiga dari kiri). (Foto: Kemenpar)

JAKARTA, iNews.id - Belum lama ini bencana tsunami menghancurkan beberapa destinasi wisata di Banten dan Lampung. Sejumlah objek wisata hancur. Untuk mere-covery pariwisata di Selat Sunda, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama instansi terkait dan stakeholder pariwisata menyiapkan sejumlah rencana aksi untuk mempercepat pemulihan (recovery) sektor pariwisata.

Rencana aksi akan difokuskan untuk pemulihan sumber daya manusia (SDM) dan Kelembagaan kepariwisataan, strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak, serta pemulihan destinasi pariwisata yang terdampak. Diproyeksikan aksi pemulihan akan berlangsung dalam tiga bulan (11 Januari-12 April 2019), kemudian dilanjutkan dengan program normalisasi pada sembilan bulan (12 April hingga 31 Desember 2019) ke depan.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti mengatakan, masing-masing deputi di Kemenpar telah menyiapkan rencana aksi pemulihan dan akan dikoodinasikan dengan berkoordinasi instansi terkait dan pelaku bisnis pariwisata.

“Rencana aksi ini akan dikoordinasikan dalam Rakor Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca Tsunami Selat Sunda di Hotel Marbella Anyer pada Jumat 11 Januari 2019, dan dibuka oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya,” kata Guntur Sakti sebagai moderator dalam diskusi Pra-Rakor Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca-Tsunami Selat Sunda yang berlangsung di Hotel Red Top Jakarta, Rabu 9 Januari 2019.

Guntur Sakti sebagai Ketua Tim  Crisis Center menjelaskan, semua rencana aksi untuk mempercepat recovery pariwisata pascatsunami Selat Sunda akan dibahas dan dikoordinasikan bersama-sama dengan Pemda Banten dan Lampung, serta instansi terkait lainnya, termasuk usulan dari industri pariwisata di kedua wilayah yang terkena dampak.

“Di antara rencana aksi pemulihan tersebut, perlu ada relaksasi bagi industri pariwisata. Menpar Arief Yahya telah mengusulkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak terkait untuk memberi relaksasi di bidang keuangan termasuk cicilan ke bank. Ini sebagai salah satu aksi yang dilakukan di Bali dan Lombok ketika terkena musibah bencana gempa beberapa waktu lalu," kata Guntur Sakti.

Sementara itu, Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung mengatakan, dalam masa recovery Kemenpar menyiapkan 23 kegiatan yang berlangsung di dalam negeri dan mancanegara (20 kegiatan di Tanah Air dan tiga kegiatan di Malaysia).

“Kita menyiapkan sejumlah aksi dalam mendukung strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak tsunami Selat Sunda yang terbagi dalam 23 kegiatan,” kata Adella Raung Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar.

Adella Raung menjelaskan, fokus pada pemulihan destinasi tidak terdampak di Banten dan Lampung Selatan tersebut dalam upaya menumbuhkan kepercayaan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan Nusantara (wisnus) untuk berkunjung ke pesisir Pantai Selat Sunda.

“Kami akan menggunakan strategi BAS (Branding, Advertising, dan Selling. Di antaranya melakukan Branding #ExcitingBanten #TheTreasureOfSUmatra, advertising di seluruh platform media, serta  merchandise (tidak semua area Banten dan Lampung terdampak), serta selling di event pariwisata, famtrip, dan roadshow penjualan pariwisata,” kata Adella Raung.

Sekjen PHRI Kosmian Pudjiadi mengatakan, strategi promosi pada destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak akan mempercepat pemulihan pariwisata Banten. 

“Anyer sebagai destinasi yang tidak terkena dampak harus gencar dipromosikan kembali untuk mempulihkan kepercayaan wisatawan terhadap pariwisata pantai di Banten,” kata Kosmian Pudjiadi.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Neng Nurcahyati dan Kadis Pariwisata Lampung Budi Harto bahwa Carita dan Anyer merupakan ikon pariwisata Banten harus segera dipulihkan kembali. “Kedua daerah wisata ini tidak terkena dampak tsunami,” kata Neng Nurcahyati.

Sementara itu dalam upaya mempercepat pemulihan pariwisata Banten dan Lampung, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menegaskan,  kepercayaan kepada wisatawan harus ditingkatkan antara lain dengan memberikan informasi mitigasi bencana lebih cepat dan akurat.

“Dalam upaya memberikan informasi yang cepat dan akurat BMKG telah memang early warning water level di perairan Banten dan Lampung Selatan, memasang empat alat simograf di sekitar Gunung Krakatau, serta radar di pesisir pantai. Peralatan modern ini akan memberikan informasi lebih cepat dan akurat untuk disampaikan kepada masyarakat maupun industri pariwisata,” kata Rahmat Triyono.


Editor : Tuty Ocktaviany