Promosi Pariwisata di Arab Saudi, Kemenparekraf Tawarkan Destinasi Aceh hingga Medan

Vien Dimyati ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 10:29 WIB
Promosi Pariwisata di Arab Saudi, Kemenparekraf Tawarkan Destinasi Aceh hingga Medan

Promosi pariwisata di Arab Saudi (Foto : Kemenparekraf)

JAKARTA, iNews.id - Pasar wisatawan dari Timur Tengah belakangan ini semakin meningkat. Terutama wisatawan dari Arab Saudi. Berbagai macam cara dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengaet wisman dari Arab Saudi.

Bahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan dukungan Konsulat Jenderal RI di Jeddah menggelar rangkaian kegiatan promosi pariwisata Indonesia yang berlangsung di dua kota besar Arab Saudi, Madinah dan Jeddah, pada 23 hingga 28 Februari 2020.

Selama rangkaian kegiatan promosi, 10 industri pariwisata Indonesia diajak memasarkan paket destinasi wisata yang cocok untuk masyarakat Arab Saudi.

Promosi dimulai dari kegiatan "Industrial Gathering Madinah" pada 23 Februari 2020 di Hotel Pullman Zamzam Madinah. Kegiatan ini bersifat B to B (Business to Business) dengan melibatkan 20 travel agent dari Arab Saudi.

Kegiatan selanjutnya berlanjut ke Kota Jeddah dengan tema "Influencer Gathering" di Hotel Novotel Tahlia Jeddah pada 24 Februari 2020. Acara dihadiri sekitar 40 influencer Arab Saudi yang tergabung di beberapa grup pelancong di Arab Saudi.

Keesokan harinya, pada 25 Februari 2020, digelar kegiatan "Table Top Jeddah" di Movenpick Hotel Jeddah. Kegiatan ini bersifat B to B (Business to Business) dan dihadiri sekitar 70 travel agent dari Arab Saudi.

Rangkaian kegiatan promosi pariwisata Indonesia ditutup dengan kegiatan "Jeddah Travel & Tourism Exhibition (JTTX)" pada 26 hingga 28 Februari 2020 di Convention Center – Jeddah Hilton. Indonesia menjadi Strategic Sponsor dalam acara yang diperkirakan dihadiri lebih dari 30 ribu pengunjung selama tiga hari kegiatan.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Kemenparekraf, R. Sigit Witjaksono menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk menggaet pasar wisatawan Arab Saudi yang akan memasuki masa liburan musim panas.

“Tepatnya ada di Mei hingga Agustus. Dengan menyelenggarakan rangkaian promosi pada JTTX 2020, diharapkan dapat terjadi kontak dan kontrak bisnis pada kegiatan B to B serta menawarkan paket wisata Indonesia langsung kepada masyarakat Arab Saudi pada kegiatan B to C,” kata Sigit Witjaksono.

Di acara JTTX nanti, Indonesia diberi kesempatan menjadi salah satu pengisi acara dengan menghadirkan penari profesional yang menampilkan tarian serta musik tradisional dan modern Indonesia. Di acara Side Mega Event yang berbentuk Open Concert tersebut, juga akan dimeriahkan oleh Tamer Hosny, penyanyi asal Mesir, dan bintang asal Amerika Serikat, Akon.

“Kesempatan untuk tampil di Open Concert JTTX ini sangat baik untuk mempromosikan Wonderful Indonesia, mengingat acara Open Concert akan dihadiri oleh 10 ribu penonton dari masyarakat Arab Saudi dan para ekspatriat,” kata Sigit.

Deputi Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya menambahkan, tingginya minat wisman Arab Saudi untuk berkunjung ke Indonesia perlu dibarengi dengan promosi destinasi-destinasi baru. Karena selama ini yang dikenal wisman Arab Saudi terbatas destinasi Jakarta, Jawa Barat, Bandung, dan Bali.

Adapun destinasi yang coba fokus ditawarkan Kemenparekraf yakni Aceh-Medan-Padang yang juga bagian dari Tourism Hub Malaysia, kemudian Jakarta-Bandung-Bali-Lombok yang sudah dikenal masyarakat Arab Saudi, kemudian ada Jawa Tengah dengan destinasi Joglo Semar (Jogjakarta-Solo-Semarang) dan Jawa Timur dengan destinasi Malang-Batu.

“Semuanya sudah kita pertimbangkan dari kesiapan destinasi dan siap untuk dijual dengan melihat karakteristik wisman Arab Saudi dan juga kemudahan konektivitas. Dan ditambah dengan menawarkan lima destinasi super prioritas yang sudah menjadi program presiden,” kata Nia Niscaya.

Nia Niscaya mengatakan, Arab Saudi merupakan salah satu fokus pasar karena wisatawan asal negara tersebut memiliki lama tinggal (length of stay) serta pengeluaran (spending) yang besar sehingga diharapkan dengan promosi yang dilakukan di Madinah dan Jeddah ini, perolehan devisa negara dari Pariwisata dapat meningkat.


Editor : Vien Dimyati