Promosikan 10 Destinasi Prioritas, Tourism Center Akan Didesain Instagramable

Vien Dimyati ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 12:18 WIB
Promosikan 10 Destinasi Prioritas, Tourism Center Akan Didesain Instagramable

Promosikan 10 Destinasi Prioritas lewat Tourism Information Center (Foto : Kemenpar)

JAKARTA, iNews.id - Pariwisata Indonesia belakangan ini mengalami perkembangan yang pesat. Bahkan, Pemerintah menetapkan 10 Destinasi prioritas dan satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara akan dijadikan Bali Baru.

Maka itu, penting untuk dibuatkan Pusat Informasi Pariwisata atau Tourism Information Center (TIC) di setiap 10 destinasi prioritas. Tujuannya sebagai garda terdepan bagi wisatawan mengetahui informasi terkait pariwisata.

Keberadaan Pusat Informasi Pariwisata akan didesain mencerminkan kekhasan budaya masing-masing. Konsepnya alami, modern, dan Instagramable.

Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santoso Sungkari mengatakan, TIC harus menampilkan ciri khas budaya daerah setempat sehingga dapat menjadi daya tarik pariwisata.

“Dalam penerapannya, desain arsitektur TIC nantinya akan menggunakan teknologi digital, misalnya, untuk menampilkan multimedia dan animasi di masing-masing destinasi prioritas,” kata Hari Santoso Sungkari, dalam jumpa pers Sayembara Desain Arsitektur Pusat Informasi Pariwisata (Tourism Information Center) 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (13/8/2019).

Hari Santoso Sungkari didampingi Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Edy Wardoyo dan Direktur Propan Raya Yuwono Imanto pada kesempatan itu menjelaskan, desain arsitektur merupakan bagian dari ekonomi kreatif dan menjadi unsur penting dalam pariwisata.

Edy Wardoyo mengatakan TIC merupakan bagian dari amenitas dan menjadi bagian penting dalam unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas). “Dari 10 destinasi pariwisata prioritas dan satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara, masing-masing akan memiliki desain arsitektur TIC yang menjadi daya tarik pariwisata,” kata Edy Wardoyo.

Sementara itu, Vice President Asia Pacific Space Designer Association (APSDA), Lea Aziz mengatakan, desainnya harus mengutamakan kearifan lokal dari material yang bisa dipadupadankan, sehingga bisa lebih modern. "Yang penting konsepnya alami dan Instagramable," kata Lea.

Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) yang dikembangkan menjadi Bali Baru, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu, Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo-Tengger–Semeru (Jawa Timur), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku).

“Dari 10 DPP tersebut, Presiden Jokowi menetapkan empat destinasi super prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo kemudian tahun ini ditambah KEK Likupang, Sulawesi Utara,” kata Arief Yahya.

Penyelenggaraan sayembara desain arsitektur TIC 2019 untuk mempromosikan 10 destinasi pariwisata prioritas dan KEK Likupang, Sulawesi Utara merupakan hasil kerja sama Kemenpar dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama dengan PT Propan Raya.

Sayembara desain arsitektur TIC 2019, menurut Yuwono Imanto, sebagai kelanjutan dari tiga penyelenggaraan Sayembara Desain Arsitektur Nusantara sebelumnya yang dimulai pada 2016 lalu dengan tema Desain Arsitektur Rumah Wisata (Homestay), Desain Arsitektur Restoran, dan Desain Arsitektur Pusat Cenderamata Pariwisata.

Sayembara desain arsitektur TIC 2019 berhadiah total sebesar Rp1,1 miliar. Pendaftarannya telah dimulai pada 10 Agustus 2019 dan berakhir pada 22 September 2019, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi karya, penjurian final dan pengumuman pemenang pada 4 Oktober 2019.

Adapun sebagai Dewan juri, di antaranya Yori Antar (Profesional Arsitek Indonesia), Lea Aziz, Vice President Asia Pacific Space Designer Association (APSDA), Ary Indra (Profesional Arsitek Indonesia), Hari Sungkari (Deputi Infrastruktur – Badan Ekonomi Kreatif Indonesia), dan Anneke Prasyanti (Profesional Arsitek Indonesia).


Editor : Vien Dimyati