Pulang Mudik, Yuk Singgah ke Garut sambil Wisata Kolam Air Panas di Papandayan

Vien Dimyati ยท Minggu, 09 Juni 2019 - 09:50 WIB
Pulang Mudik, Yuk Singgah ke Garut sambil Wisata Kolam Air Panas di Papandayan

Wisata Kolam Air Panas di Gunung Papandayan (Foto : Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Ada yang pernah mandi di Kolam Air Panas ini? Kolam ini berhadapan langsung dengan megahnya pemandangan Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Air kolam renangnya bersumber langsung dari Kawah Papandayan dengan panas yang alami antara 30 derajat Celcius lebih.

Objek wisata ini cocok Anda singahi jika Anda dalam perjalanan pulang dari kampung halaman. Bersama keluarga dan anak-anak, Anda dapat merasakan kehangatan kolam di kaki Gunung Papandayan.

"Ada dua Kolam Renang yang dibangun diperuntukkan untuk anak-anak dan dewasa. Istimewanya, sambil berenang pengunjung bisa menikmati pemandangan Kawah Papandayan yang jaraknya tak lebih dari dua kilometer," tulis Instagram @indoflashlight, dikutip Minggu (9/6/2019).

Kolam renang kawasan Taman Wisata Kawah Gunung Papandayan ini berada Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Untuk mencapai tempat ini, Anda dapat menempuh perjalanan menggunakan kendaraan selama satu jam dari pusat Kota Garut. Tiket yang ditawarkan juga murah, Rp25.000.

Air panas di tempat ini terbilang unik, di dalamnya terdapat kandungan belerang yang bersumber langsung dari perut bumi. Kolamnya ditata dengan rapi, airnya dialiri melalui pipa-pipa dari rekahan Gunung Papandayan. Di lokasi pemandian air panas juga terdapat shelter, tempat ganti pakaian, dan tempat mandi untuk membersihkan.

Meskipun panas, di sini, Anda tetap merasakan sensasi dingin karena letaknya berada di ketinggian 2.065 mdpl. Lokasi kolam renang menghadap langsung ke salah satu tebing Gunung Papandayan. Jadi, sembari berendam di dalam hangatnya air panas belerang, Anda bisa menikmati indahnya tebing batu kapur.

Menurut berbagai sumber, berenang di air belerang asli dapat menyembuhkan sejumlah penyakit, seperti radang sendi dan mengobati luka bakar di kulit. Disarankan untuk membawa jaket tebal, karena udara di sini sangat dingin.


Editor : Vien Dimyati