Pulihkan Wisata Selat Sunda, Begini Trik Traveler Milenial Pikat Turis

Vien Dimyati ยท Sabtu, 12 Januari 2019 - 14:49 WIB
Pulihkan Wisata Selat Sunda, Begini Trik Traveler Milenial Pikat Turis

Pemulihan kawasan wisata Selat Sunda (Foto: Kemenpar)

BANTEN, iNews.id - Kawasan wisata Selat Sunda yang terdampak bencana tsunami saat ini sudah bisa dikunjungi wisatawan kembali. Kementerian Pariwisata beserta pemerintah daerah bersinergi membuat berbagai event pariwisata untuk memikat turis berwisata ke Banten dan Lampung.

Bahkan, traveler milenial turut serta membantu mempromosikan kawasan wisata Banten dan Lampung di media sosial. Lantas, seperti apa cara traveler milenial mempromosikan kawasan wisata di Selat Sunda? Ya, caranya adalah berwisata sambil foto-foto dan mengulasnya di media sosial. Dengan demikian wisatawan kembali terpikat dengan keindahan wisata Banten dan Lampung.

"Kementerian Pariwisata mendukung 100 persen pemulihan pariwisata di Banten dan Lampung pascatsunami," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, melalui keterangan resmi yang diterima iNews.id, Sabtu (12/1/2019).

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan, wilayah Banten yang terkena dampak tsunami adalah di Serang dan Pandeglang, yang sebagian besar wilyahnya merupakan destinasi wisata. Sebut saja, Pantai Anyer, Pantai Carita hingga Tanjung Lesung. Andika kemudian menjabarkan strategi pemulihan pariwisata pascatsunami.

"Pertama, saya yakin kehadiran Pak Menteri Pariwisata Arief Yahya dapat mendukung dan mendorong masyarakat Banten dan di luar Banten tetap percaya untuk bisa berwisata ke Banten," katanya.

Andika melanjutkan, Pemprov Banten telah melakukan langkah-langkah seperti evakuasi, penanganan korban hingga mendirikan hunian sementara. Terkait pariwisata, sudah dilakukan perbaikan jalan dan persiapan beberapa event wisata.

"Jalan dari Carita hingga Tanjung Lesung yang rusak sudah kami data, yang jadi tanggung jawab provinsi sudah kita benarkan. Kami terus memberikan kemudahan wisatawan untuk perlebaran juga," ujarnya.

Selain itu, beberapa event wisata seperti ajang budaya juga sudah disiapkan di Anyer dan Tanjung Lesung. Diharapkan dengan itu, bisa menjadi promosi dan membuat wisatawan kembali datang berwisata ke Banten.

"Terkait pengembangan pariwisata Banten, potensi kami luar biasa. Ada wisata bahari, religi, cagar budaya, cagar alam dan lainnya. Bahkan banyak pabrik di Banten yang bisa dimanfaatkan menjadi wisata industri," tutur Andika.

Untuk Lampung, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan, sudah membenahi 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas). Menurutnya, hal penting lainnya yang tak boleh terlewatkan adalah bagaimana membangun kembali image pariwisata Lampung pascatsunami.

"Paling penting memulihkan image-nya. Memulihkan image bahwa daerah itu rawan, kena bencana, bahaya dan segala macamnya itu butuh waktu," ujar Ridho.

Oleh sebab itu, salah satu cara memulihkan image pariwisata Lampung adalah dengan generasi milenial. Tentu, melalui promosi destinasi wisata di media sosial.

"Promosi wisata milenial paling banyak di media sosial, maka kami akan bekerjasama dengan para travel blogger, Genpi (Generasi Pesona Indonesia) dan stakeholder lainnya lewat hasthag #Lampungitukerreen dan lain-lain. Banten juga bisa mencontohnya," kata Ridho.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik strategi-strategi dari Banten dan Lampung. DAK (Dana Alokasi Khusus) sudah disiapkan, masing-masing Rp9 M untuk Banten dan Rp33 M untuk Lampung. Terakhir, Menpar Arief Yahya berpesan untuk kembali mengelola tata ruang di tiap wilayah masing-masing.

"Sekarang adalah kesempatan baik untuk melakukan tata ruang dengan benar dalam membangun kembali wilayah-wilayah yang terkena dampak tsunami. Wilayah yang tidak terdampak, jangan diutak-atik," kata menteri asal Banyuwangi tersebut.


Editor : Vien Dimyati