Selat Sunda Sudah Aman, Tanjung Lesung Ramai Dikunjungi Wisatawan

Vien Dimyati ยท Senin, 01 April 2019 - 16:31 WIB
Selat Sunda Sudah Aman, Tanjung Lesung Ramai Dikunjungi Wisatawan

Tanjung Lesung mulai ramai dikunjungi wisatawan. (Foto: iNews.id/Vien Dimyati)

TANJUNG LESUNG, iNews.id - Beberapa waktu lalu sejumlah destinasi wisata di Selat Sunda mengalami bencana tsunami. Fasilitas, tempat wisata, hingga infrastruktur mengalami kerusakan. Mulai dari destinasi di Tanjung Lesung, Pantai Anyer, Pantai Carita, hingga Lampung sepi dengan wisatawan.

Tetapi kini setelah tiga bulan berlalu, Selat Sunda sudah dinyatakan aman. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM pada 25 Maret 2019 telah menurunkan status Gunung api Anak Krakatau dari level III (Siaga) menjadi level II (Waspada) dengan radius aman menjadi 2 km dari sebelumnya 5 km dari kawah.

“Saya tegaskan lagi radius aman itu 2 km dari kawah Anak Krakatau, bukan dari pesisir pantai. Dengan demikian kawasan wisata di Selat Sunda aman dikunjungi wisatawan,” kata Arief Yahya, dalam kunjungan kerjanya di Pandeglang, Jawa Barat, Senin (1/4/2019).

Salah satunya di Tanjung Lesung Beach yang terlihat ramai dikunjungi wisatawan. Memang resor ini berada tepat di pinggir pantai dengan view Gunung Anak Krakatau. Terlihat wisatawan menginap dan bermain di pantai. Bahkan dalam rangka menggeliatkan pariwisata di pesisir Selat Sunda Pasca-tsunami, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengadakan acara Media & Travel Fair bersama puluhan media massa dan anggota Astindo, ASITA, serta PHRI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung pada 1 April 2019.

Presiden Direktur PT Banten West Java (BWJ) Purnomo Siswoprasetijo selaku pihak pengelola KEK Tanjung Lesung mengatakan, untuk memikat wisatawan berkunjung ke Tanjung Lesung, di kawasan ini akan dibangun hotel baru, airstrip, dan dermaga untuk kapal yacht yang semuanya dalam tahap perhitungan. Lalu renovasi dan rebranding Beach Club, disertai dengan penambahan fasilitas lain dan atraksi baru untuk wisatawan.

"Kami juga ingin mengundang investor baik dalam negeri maupun luar negeri untuk bersama-sama membangun KEK Tanjung Lesung menjadi Nusa Dua-nya Banten," ujar Purnomo.

Seperti diketahui, pasca-bencana tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2019, Kemenpar membentuk tim Selat Sunda Aman yang diketuai Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti sebagai Ketua Tim Manajemen Krisis Kemenpar untuk melakukan pemantauan, serta memastikan agar seluruh program pemulihan sektor pariwisata Selat Sunda berjalan sesuai rencana, baik dari unsur sumber daya manusia (SDM), pemasaran, maupun destinasi terdampak.

Sementara itu untuk mengawal strategi pemulihan pariwisata di destinasi terdampak, Menpar Arief Yahya secara rutin tiap bulan mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Serang, Pandeglang, dan sekitarnya. Pada awal April 2019, Menpar Arief Yahya kembali mengunjungi Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.  

Di Kabupaten Serang, Menpar Arief Yahya  melakukan dialog interaktif dengan pelaku industri wisata mengangkat tema Anyer Reborn. Selain itu, dia menyaksikan event Anyer Krakatau Cultural Festival dan ‘Bedol Bendung Pamarayan’.

Sedangkan di Tanjung Lesung, Menpar mengunjungi Banten Travel Exchange, kick off rencana revitalisasi amenitas KEK Tanjung Lesung, meninjau New Beach Club, meresmikan Lalasa Beach Club, serta menyerahkan secara simbolis kaus kepada anggota Balawista. Pada akhir kunjungan, Menpar Arief Yahya menyampaikan paparan sekaligus menutup acara bertajuk ‘Jurnalisme Ramah Pariwisata’.

Editor : Tuty Ocktaviany