Soal Ekonomi Kreatif Indonesia, Ini Harapan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo

Vien Dimyati ยท Selasa, 26 November 2019 - 15:02 WIB
Soal Ekonomi Kreatif Indonesia, Ini Harapan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo bicara soal perkembangan ekonomi kreatif Indonesia. (Foto: iNews.id/Vien Dimyati)

JAKARTA, iNews.id - Belakangan ini pariwisata Indonesia mengalami perkembangan, apalagi dengan bergabungnya ekonomi kreatif. Untuk itu, industri kreatif Indonesia diharapkan bisa semakin terkenal hingga mancanegara.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pembangunan industri kreatif difokuskan untuk berorientasi ekspor dan subsitusi impor, serta diversifikasi produk dan jasa untuk penciptaan nilai tambah.

"Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan baru ekonomi nasional di masa mendatang. Berbeda dengan sektor lain relatif bergantung pada eksploitasi sumber daya alam. Ekonomi kreatif justru bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia," kata Wakil Menteri Parekraf Angela Tanoesoedibjo, saat membuka acara Creative Economy Review di Bali Kartini, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Menurut Angela, grafik PDB ekraf setiap tahun menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2017, PDB ekraf telah mencapai Rp989 triliun dan mampu mencapai Rp1.100 triliun pada tahun berikutnya.

Angela mengatakan, berdasarkan data dari BPS, diproyeksikan pada 2019 akan mencapai Rp1,211 triliun (9,6 persen lebih tinggi dari tahun lalu).

"Tenaga kerja sektor ekonomi kreatif juga mengalami kenaikan. Penyerapan pada 2016 mencapai 16,9 juta orang atau 14,28 persen dari total jumlah tenaga kerja nasional menjadi 17,7 juta orang dengan laju pertumbuhan 4,55 persen pada 2017," kata Angela.

Bahkan untuk peningkatan nilai ekspor nasional 2017 mencapai 19,8 miliar dolar AS. Adapun negara tujuan ekspor tertinggi di antaranya Amerika, Swiss, Jepang, Jerman, dan Singapura.

Sementara itu, Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Wawan Rusiawan mengatakan, ekonomi kreatif dan pariwisata akan bersinergi. Dia mencontohkan, ekonomi kreatif akan merambah ke desa-desa wisata.

"Kita juga kembangkan destinasi wisata dengan daerah. Mencoba merambah ke desa wisata agar tumbuh budaya kreatif dan mengembangkan produk lokal," kata dia.

Selain itu, menurut Wawan, ekonomi kreatif juga bekerja sama dengan institusi perguruan tinggi dan melibatkan stakeholder ekraf, Kemenpar/Barekraf melakukan riset mengenai aspek yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional.

"Riset yang dilakukan berfokus pada pengembangan produk, metode pengembangan, strategi bisnis dan pasar, serta hal-hal terkait dengan kebijakan ekonomi kreatif," tutur Wawan.


Editor : Tuty Ocktaviany