Tersembunyi di Laut Natuna, Eksotisme Pulau Akar Terlihat dari Pantai

Vien Dimyati ยท Kamis, 08 November 2018 - 15:10 WIB
Tersembunyi di Laut Natuna, Eksotisme Pulau Akar Terlihat dari Pantai

Eksotisme Pulau Akar Terlihat dari Pantai (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Untuk urusan wisata bahari, Kepulauan Riau (Kepri) sudah tidak diragukan lagi. Keindahan Kepri didominasi dengan pulau, pantai, hingga taman bawah lautnya.

Salah satu destinasi menarik untuk dijelajahi ketika Anda berada di Kepri adalah Pulau Akar yang berada di ujung dermaga Desa Cemaga. Pulau kecil ini seperti tersembunyi di tengah lautan Natuna, Kepri.

Sama dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia, Pulau Akar memiliki daya pikat tersendiri. Salah satunya memiliki pemandangan eksotisme dari bebatuan hitam yang tersusun di pantai dan kontras dengan lautnya yang biru. Pulau ini termasuk mungil karena hanya memiliki sekitar 2.50 meter persegi berada di tengah lautan berjarak 2.50 dari bibir pantai.

"Salah satu kepingan surga wisata di Kepulauan Natuna, Pulau Akar yang berada di ujung dermaga Desa Cemaga. Pulau ini tergolong kecil, tapi dari pulau ini kita bisa memandang luasnya lautan Natuna. Eksotisme pantai ini terletak pada bebatuan hitam yang kontras dengan gradasi laut biru. Bukan main indahnya!," tulis Instagram @Pesonaid_travel, dikutip Kamis (8/11/2018).

Pulau Akar tidak jauh dari Pulau Bunguran, jika perjalanan dimulai dari sekitar Pantai Cemaga Bunguran. Hanya berjarak sekitar 150 meter dan 40 menit jika berkendara dari Ibu Kota Ranai Pulau Bunguran Natuna.

Pantainya eksotis, terdapat bebatuan dan pasir tempat di mana wisatawan menghabiskan waktu untuk menikmati keindahan laut Natuna. Berada di sini, traveler dapat bersantai di gazebo yang berada di tepi pantai sambil menikmati birunya laut.

Pulau ini dinamakan Akar karena banyak memiliki akar pepohonan yang tumbuh kerdil di antara celah bebatuan. Pepohonan tersebut seperti membonsai secara alami sebagai penghalang dari terjangan ombak. Keunikan lain dari Pulau Akar terdapat bebatuan berwarna hitam, bebatuan hitam ini tersusun seperti karya arsitektur mengelilingi pulau yang sudah ada sejak dulu.


Editor : Vien Dimyati