Wisata Bendungan Jatigede Sumedang Diusulkan Jadi KEK Pariwisata

Vien Dimyati ยท Selasa, 26 Maret 2019 - 19:00 WIB
Wisata Bendungan Jatigede Sumedang Diusulkan Jadi KEK Pariwisata

Wisata Bendungan Jatigede Sumedang Diusulkan Jadi KEK (Kemenpar)

SUMEDANG, iNews.id - Travelling ke Sumedang, tanpa mencicipi tahunya yang lezat, rasanya seperti ada yang kurang. Begitu pula ketika Anda memilih Sumedang sebagai destinasi tujuan wisata. Ada banyak objek wisata natural dan alami yang wajib dijelajahi.

Bahkan, kawasan wisata bendungan Jatigede Sumedang diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. "Pariwisata akan membawa kemakmuran masyarakat sekitar Bendungan Jatigede yang telah rela mengorbangkan lahannya untuk bendungan,” kata Bupati Sumedang Donny Ahmad Murnir saat mendampingi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya membuka Hardfest Pesona Jatigede ke-3 di Tanjung Duriat Desa Panjangan, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, belum lama ini.

Pagelaran Harfest Pesona Jatigede yang dilakukan secara rutin bertujuan untuk mempromosikan wisata di Kabupaten Sumedang dan sekitarnya. Acara itu bahkan sudah tiga kali sukses diselenggarakan sehingga dianggap semakin layak masuk dalam Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2020.

Di sisi lain, untuk mendukung percepatan pengembangan pariwisata, Bupati Sumedang mengusulkan agar kawasan wisata Bendungan Jatigede menjadi Kawasan Wisata Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

Sementara itu Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, antusiasme masyarakat dalam mendukung Hardfest Pesona Jatigede menjadi salah satu pertimbangan utama untuk memasukan event ini dalam COE. Di samping persyaratan lain di antaranya event telah diselenggarakan secara konsisten dan kini telah memasuki tahun ke-3.

Selain itu event ini memiliki nilai tambah kreatif yang cukup memadai sehingga mampu menarik peserta dalam jumlah besar serta menyedot puluhan pengunjung. “Ada lima kriteria atau 5C yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan event supaya bisa masuk dalam 100 CoE WI 2020, yaitu creative value, commercial value, CEO commitment, communications value, dan consistency,” kata Arief Yahya.

Menpar menjelaskan, Hardfest Pesona Jatigede sebenarnya telah memenuhi persyaratan CoE WI 2020 di antaranya diselenggarakan secara konsisten dan telah memasuki tahun ke-3. “Ajang ini memiliki creative value tinggi sehingga mampu menarik peserta dalam jumlah besar serta menyedot puluhan ribu pengunjung,” katanya.

Menpar Arief Yahya didampingi Bupati Sumedang Donny Ahmad Murnir pada kesempatan itu menjelaskan, CEO commitment  termasuk komitmen para gubernur, wali kota, dan bupati menjadi kunci dalam mengembangkan pariwisata. Menurut dia, keberhasilan sektor pariwisata sebagian besar atau mencapai 50 persennya sangat tergantung dari CEO commitment.

“Ini terlihat dari seberapa besar para pimpinan daerah mengembangkan 3 unsur penting pariwisata yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Sisi lain, semakin banyak event pariwisata digelar akan membuat kesejahteraan ekonomi dan indeks kebahagiaan masyarakat meningkat,” kata Arief Yahya.

Penyelenggaraan Hardfest Pesona Jatigede ke-3 kali ini menampilkan dua event andalan yakni; Trail Adventure yang diikuti sekitar 3.000 off roader yang datang dari berbagai daerah serta  Gelar Kolosal Seni Kuda Renggong yang diikuti sekitar 300 kuda Renggong beserta pengiringnya sebanyak 900 orang yang tergabung dalam Yayasan Kuda Renggong Sumedang (Yaskures). Kuda-kuda yang terlatih itu menampilkan gerak tari dalam beberapa formasi yang harmonis.

Bupati Sumedang Donny Ahmad Murnir menjelaskan, kawasan wisata di seputar Bendungan Jatigede sedang terus dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan tingkat nasional dengan daya tarik antara lain sebagai track off road terbaik untuk kegiatan trail adventure, wisata tirta, wisata kuliner, dan wisata digital. Bendungan Jatigede, menurut Donny Ahmad Murnir, sangat cocok untuk dikembangkan menjadi salah satu ikon pariwisata Sumedang.

Sementara itu posisi Kabupaten Sumedang yang dekat dengan Bandara International Kertajati di Majalengka, Jawa Barat (Jabar), atau hanya sekitar 46 km diproyeksikan akan cepat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata andalan provinsi Jabar. Jabar sendiri dalam beberapa waktu terakhir gencar membangun unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) sebagai pendukung pariwisata agar menjadi destinasi banyak dikunjungi wisatawan.


Editor : Vien Dimyati