Wisata Bima, Jelajahi Eksotisme Pulau Ular yang Bisa Bikin Merinding

Vien Dimyati ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 19:29 WIB
Wisata Bima, Jelajahi Eksotisme Pulau Ular yang Bisa Bikin Merinding

Travelling ke Pulau Ular. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Travelling ke Nusa Tenggara Barat (NTB), pasti identik dengan Lombok. Padahal, ada banyak tempat-tempat menakjubkan yang bisa dikunjungi di NTB. Salah satunya Bima, kota yang terletak di bagian Timur Pulau Sumbawa.

Kota ini sendiri menyimpan banyak sekali potensi wisata, bahkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata incaran yang dicari wisatawan. Di antara keindahan destinasi wisata Bima, ada satu pulau yang bakal menarik perhatian wisatawan, yaitu Pulau Ular yang ada di Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima atau berada di tengah perairan bagian timur. Pulau ini menjadi habitat dari populasi ular laut yang ikonik dengan warna zebranya.

"Masyarakat Indonesia harus bangga, banyak pulau-pulau di seluruh Nusantara yang eksotis dan unik-unik. Salah satunya Pulau Ular, pulau ini berada di Nusa Tenggara Barat, Bima. Pulau ini tidak berpenghuni namun ratusan bahkan ribuan ular akan dijumpai di sini. Menurut masyarakat setempat, ular ini tidak akan menggigit jika dipegang duluan oleh masyarakat lokal, sebaliknya jika dipegang langsung oleh pengunjung luar maka akan digigit," tulis Instagram @Indoflashlight, Rabu (5/12/2018).

Pulau Ular merupakan batu karang seluas sekitar 800 meter persegi yang berjarak kurang lebih 500 meter dari bibir pantai di Desa Pai, Kecamatan Wera. Batu karang ini menjadi habitat bagi ratusan, bahkan ribuan ular laut (Laticauda colubrina), warga sekitar menamainya Pulau Ular.

Pulau ini terlihat eksotis. Pemandangan pantainya masih alami dengan air yang jernih. Wisatawan yang datang ke Pulau Ular, selain penasaran dengan keberadaan ular-ular laut juga terkesan dengan keindahan pulau.

Di pesisir pantai Pulau Ular, Anda akan melihat sumber mata air. Ketika pasang, sumber tersebut akan tenggelam bersama pasangnya air laut sedangkan saat surut sumber air tersebut muncul kembali. Anehnya, air yang keluar dari sumber ini tetap berasa tawar. Oleh warga setempat dinamakan dengan Oi Ca’ba yang artinya air tawar.


Editor : Tuty Ocktaviany