Wisatawan Incar Wisata Alam, Industri Pariwisata Harus Ubah Strategi Pemasaran

Vien Dimyati ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 18:40 WIB
Wisatawan Incar Wisata Alam, Industri Pariwisata Harus Ubah Strategi Pemasaran

Wisata alam diprediksi jadi tujuan terpopuler usai Covid-19 (Foto : Instagram@ riky_firmansyah93)

JAKARTA, iNews.id - Tren pariwisata di dunia termasuk Indonesia usai pandemi Covid-19 akan berubah. Tempat wisata outdoor dan wisata alam (adventure) diprediksi menjadi tujuan terpopuler bagi wisatawan.

Asdep Infrastruktur Pengembangan Wilayah, Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Djoko Hartoyo mengatakan pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpukul akibat Covid-19.

Menurutnya, penerapan kebijakan physical distancing memengaruhi kebiasaan berwisata masyarakat. Wisatawan akan berhati-hati dan lebih menghindari tempat wisata yang ramai.

"Tempat wisata outdoor dan wisata alam (adventure) diperkirakan akan segera booming setelah pandemi corona berakhir. Kebetulan dua kabupaten ini, Magelang dan Karimun Jawa, wisata alamnya bagus," kata Asdep Djoko dalam Webinar Jawa Tengah Tourism Forum (JTTF) bertema Jawa Tengah Adventure Tourism: Promotion & Marketing Strategies Facing New Normal and Post Pandemic, Kamis (25/6/2020).

Menghadapi era kenormalan baru atau new normal, Djoko memprediksi, wisatawan akan memilih melakukan perjalanan jarak dekat atau dengan waktu tempuh singkat. Maka, jumlah wisatawan domestik akan meningkat.

Sementara itu, wisatawan yang berusia muda atau milenial traveler akan melakukan perjalanan wisata terlebih dahulu.

Karenanya, dia mengatakan, industri pariwisata nasional harus bersiap dan berbenah diri menyongsong tren perubahan di sektor pariwisata usai Covid-19. Di antaranya menerapkan protokol kesehatan secara ketat di destinasi-destinasi wisata.

"Para pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif perlu mengubah pendekatan dan strategi pemasaran dan kegiatan pariwisata. Seperti menerapkan protokol kesehatan, mematuhi protokol transportasi dan keamanan, hingga meningkatkan kebersihan di area wisata," kata Djoko.

Menghadapi new normal, Djoko mendorong agar para pelaku di sektor wisata melakukan strategi promosi yang berbeda. Salah satunya menawarkan paket wisata baru dengan menonjolkan local content, melibatkan komunitas dan dinas pariwisata, menjual tiket secara online, hingga meningkatkan infrastruktur digital dan menguatkan SDM.

Sejalan dengan itu, lanjut Djoko, pemerintah juga berencana akan memperluas stimulus konsumsi untuk kelas menengah ke atas.

Stimulus tersebut di antaranya akan dikucurkan dalam bentuk bantuan langsung bagi para pekerja pariwisata yang terdampak, diskon tiket pesawat ke destinasi wisata serta insentif pajak hotel atau restoran dengan alokasi anggaran Rp3,8 triliun. "Perluasan ini dilakukan paling lambat pada kuartal III-2020 setelah ekonomi pulih dari pandemi," ujarnya.

Editor : Vien Dimyati