Bandeng Jadi Menu Tradisi Imlek, Ini Sejarahnya

Vien Dimyati ยท Jumat, 16 Februari 2018 - 17:40 WIB
Bandeng Jadi Menu Tradisi Imlek, Ini Sejarahnya

Ikan bandeng dipercaya sebagai pembawa rezeki (Foto: Imgur)

JAKARTA, iNews.id - Perayaan Tahun Baru Imlek 2018, identik dengan berbagai macam menu tradisi yang membawa keberuntungan. Termasuk menu ikan bandeng yang dipercaya sebagai lambang rezeki.

Lantas, bagaimana sejarah ikan bandeng dijadikan sebagai makanan tradisi Imlek bagi warga Tionghoa? Berdasarkan sumber dari Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, ikan bandeng diartikan sebagai lambang rezeki.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat Tionghoa, perayaan Imlek identik dengan menyajikan 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili lambang shio yang berjumlah 12.

Hidangan yang dipilih biasanya mempunyai arti kemakmuran, panjang umur, kebahagiaan maupun keselamatan. Salah satu hidangan utama dalam perayaan Imlek adalah ikan bandeng. Menu bandeng yang disajikan di atas meja ini diartikan sebagai lambang rezeki. Hal tersebut dikarenakan, dalam logat Mandarin kata "ikan" sama bunyinya dengan kata "yu" yang berarti rezeki.

Biasanya ikan disajikan utuh dari kepala hingga ekornya. Kepalanya seringkali diarahkan kepada tamu kehormatan yang hadir. Bandeng dalam perayaan Imlek biasanya diolah menjadi pindang bandeng dan memang punya sejumlah dongeng dan cerita.

Salah satu filosofi bandeng harus ada ketika perayaan Imlek adalah sebagai simbol hidup hemat dan awet muda, secara makna yang lebih mendalam adalah simbol penghormatan.

Seorang anggota keluarga yang tidak membawa ikan bandeng kepada orang yang lebih tua seperti kepada orangtua dan mertua dianggap tidak punya liangsim atau kesopanan.

Di Indonesia, ketika perayaan Imlek tiba, masyarakat Tionghoa akan memasak bandeng sebelum Imlek. Setelah ditelusuri, kebiasaan memasak bandeng hanya dilakukan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Kehadiran bandeng menjadi salah satu tradisi Imlek di kawasan Jabodetabek. Ini merupakan perpaduan budaya China dan Betawi.

Sebab selain Tionghoa, Betawi juga memiliki tradisi yang menggunakan bandeng. Bedanya, dalam tradisi Betawi, ikan bandeng mentah dan segar menjadi antaran calon mantu ke mertua.

Kandungan gizi bandeng tidak diragukan lagi karena memiliki kandungan yang jauh lebih baik dibandingkan ikan salmon yang terkenal. Kandungan Omega 3 ikan bandeng ternyata enam kali lebih tinggi dibandingkan ikan salmon. Kandungan lemak sehat dalam perut ikan bandeng juga cukup tinggi, sehingga bisa menjadi pilihan terbaik.

Editor : Vien Dimyati