Cerita Fani & Kai MasterChef Indonesia Hobi Masak sampai Goreng Telur Pakai Helm

Vien Dimyati ยท Selasa, 09 Juli 2019 - 16:25 WIB
Cerita Fani & Kai MasterChef Indonesia Hobi Masak sampai Goreng Telur Pakai Helm

Fani dan Kai hobi masak sejak kecil (Foto : iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Dalam dunia kuliner, nama Stefani Horison dan Kaisha Fridayassie cukup populer. Jebolan MasterChef Indonesia season 5 ini berhasil mengalahkan puluhan peserta di ajang kompetisi memasak yang disiarkan Stasiun TV RCTI.

Fani sapaan akrab dari Stefani Horison ini, berhasil menyandang title MasterChef Indonesia 5. Kemudian disusul Kai, sapaan akrab Kaisha Fridayassie yang menempati posisi kedua.

Dua perempuan muda ini mampu memukau para juri dengan hasil masakannya yang lezat dan kekinian. Tidak heran jika mereka berdua menjadi juara. Sebab, Fani dan Kai ternyata sejak kecil sudah memiliki hobi memasak.

Bahkan, Kai yang kini sedang berbisnis katering makanan sehat ini memiliki hobi masak sejak sekolah dasar kelas empat. Meski masakannya belum terlihat sempurna, tetapi sudah banyak yang memuji.

"Saya sudah suka masak sejak kelas 4 SD. Suka bereksperimen dengan berbagai macam bahan masakan. Pertama kali kelas 4 SD saya masak menu daging, wortel, saus, dan kecap. Semuanya dicampur. Kata mama saya rasanya enak. Mulai dari situ saya suka masak," kata Kai kepada iNews.id, saat berkunjung ke Gedung iNews Center, Selasa (9/7/2019).

Karena sudah hobi masak sejak SD, lantas Kai memasak rebus-rebusan dan goreng-gorengan. Hingga saat ini, bakat Kai terus tersalurkan dengan berbisnis kuliner makanan sehat. "Saya suka ke dapur, masak pisang goreng dan dijual," katanya.

Cerita menarik lainnya dari sang Juara MasterChef Indonesia 5 yaitu Fani. Fani menyadari bisa memasak sejak sekolah tingkat pertama atau SMP. Setiap kali dia pulang sekolah atau ada waktu luang, Fani senang memasak telur.

"Kalau saya masak telur pasti pakai baju training, jaket, bahkan pakai helm. Jadi dengan pakaian lengkap dan tertutup saya sambil masak. Sejak uji coba seperti itu, kemudian saya suka eksperimen bikin nasi goreng, bahkan saya sudah jualan spageti, pisang, dan lainnya," kata Fani.

Karena hobi dan kecintaannya tersebut, Fani dan Kai hingga kini fokus di dunia perkulineran. Dia bangga jika menu masakan yang dimasak dimakan orang dan dihargai. "Intinya kami suka masak karena hobi. Selain itu, hasil dari masakan ini bisa membantu untuk mencari tambahan. Senang, kalau ada orang yang mau makan masakan kita. Kita merasa bangga," kata Fani dan Kai kompak.

Editor : Vien Dimyati