Konsumsi Susu saat Sahur, Tanpa Percaya Mitos

Vien Dimyati ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 14:21 WIB
Konsumsi Susu saat Sahur, Tanpa Percaya Mitos

Minum susu saat sahur (Foto: Ndtv)

JAKARTA, iNews.id - Mengonsumsi susu saat sahur ternyata penting untuk membuat tubuh bugar sepanjang hari. Pernyataan tersebut diperkuat dengan data yang dikeluarkan oleh Skandinavian Journal of Primary Health 2013. Menurut penelitian tersebut, susu full cream membuat seseorang lebih kenyang.

Spesialis Gizi Klinis dr. Diana F. Suganda mengatakan, ada banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait susu. Mulai dari diare, bikin gemuk, hingga anggapan susu hanya untuk anak-anak. "Ini semua mitos. Padahal susu memiliki manfaat baik untuk tubuh. Bahkan, mengonsumsi susu saat sahur bisa bikin kenyang," kata dr Diana, dalam acara FFI MilkVersation: Kupas Tuntas Kebaikan Susu untuk Tunjang Kesehatan Tubuh, Membahas Mitos Vs Fakta Tentang Susu, di Jakarta, Rabu 15 Mei 2019.

Menurut dr Diana, mitosnya, hanya jenis susu tertentu yang baik untuk tubuh. Banyak yang menghindari susu full cream dan lebih memiliki susu skim atau susu rendah lemak. “Justru dari penelitian Skandinavian Journal of Primary Health 2013, susu full cream membuat kita lebih kenyang sehingga asupan yang lain berkurang. Jadi, jangan takut minum susu full cream. Asalkan sesuaikan dengan asupan total harian," katanya.

Menurutnya, segelas susu (250 ml) mengandung energi sebesar 146 kkal, dan kaya akan makronutrisi: karbohidrat 12,8 gr (4% dari kebutuhan harian); protein 7,9 gr (16%); lemak total 7,9 gr (12%). Susu juga kaya akan mikronutrisi seperti vitamin A, vitamin D, riboflavin, asam folat, kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium.

“Selain itu juga asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6 yang penting untuk metabolisme tubuh. Selama bulan Ramadan, susu bisa dikonsumsi saat sahur atau sebelum tidur malam, dan setelah salat tarawih," katanya.

Sementara itu, perlu diingat pula, penyerapan susu harus dibantu dengan aktivitas fisik. Asupan kalsium saja tanpa ditunjang olahraga berarti tidak ada umpan balik. Hentakan kaki atau tarikan otot akan membuat tulang bertambah, dengan dukungan kalsium sebagai bahan pembentuk tulang.

Dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia ASIAN GAMES 2018, dr. Grace Joselini menyarankan para atlet untuk minum susu setelah olahraga, terutama setelah olahraga dengan intensitas berat. “Susu sekarang dinyatakan sebagai post-exercise drink nomor satu. Susu memenuhi 5 prinsip yang harus didapatkan setelah berolahraga, yaitu re-energize, re-vitalize, re-build, re-oxygenate, dan re-hydrate. Karbohidrat yang terkandung dalam susu cepat menggantikan (re-energize) cadangan glikogen yang terpakai saat berolahraga. Adapun kandungan antioksidan, vitamin dan mineral dalam susu akan merevitalisasi (re-vitalize) otot," kata dr Grace.

Dr Grace menambahkan, berolahraga tidak harus dengan alat atau pergi ke tempat khusus. Gunakanlah meja untuk melakukan table push up atau melatih otot trisep. Atau lakukan wall squad saat membuka media sosial. Lakukan gerakan-gerakan sederhana ini 15x3 set. “Yang penting kita aktif karena aktif itu sebenarnya mudah, dan sehat itu gampang dicapai. Kalau mau sehat harus olahraga, dan habis olahraga minum susu," ujarnya.


Editor : Vien Dimyati