Mencicipi Kuliner Tradisional di FJB 2019, Banyak Menu Langka

Riyandy Aristyo ยท Sabtu, 16 Maret 2019 - 14:00 WIB
Mencicipi Kuliner Tradisional di FJB 2019, Banyak Menu Langka

Mencicipi Kuliner Tradisional di FJB 2019 (Foto: iNews.id/Riyandi)

JAKARTA, iNews id - Festival Jajanan Bango (FJB) 2019, kembali di gelar dari 16 sampai 17 Maret 2019, di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Lebih dari 80 penjaja kuliner hadir menyemarakan ajang tahunan kuliner terbesar ini. Hal menarik dalam festival ini adalah ada banyak kuliner langka yang wajib dicicipi.

"Tahun ini, FJB mampu menghadirkan 83 penjaja kuliner tradisional Indonesia dan kami mendedikasikan area khusus bagi 10 penjaja kuliner lintas generasi," kata Food Director PT Unilever Indonesia, Hernie Raharja, di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).

Kesepuluh penjaja lintas generasi itu antara lain:
1. Sate & Tongseng Pak H. Budi, Jakarta.
2. Tengkleng Klewer Bu Edi, Solo.
3. Kwetiau Sapi Antasari 72, Pontianak.
4. Soto Betawi H. Ma'ruf Sejak 1940, Jakarta.
5. Putri Daeng Tata Management, Jakarta.
6. Nasi Liwet Wongso Lemu, Solo.
7. Kupat Tahu Gempol, Bandung.
8. Mie Koclok Mas Edi, Cirebon.
9. Bubur Ayam Bunut Siliwangi, Sukabumi.
10. Tahu Tek Telor Cak Kahar, Surabaya.

Selain 10 masakan otentik lintas generasi tersebut, di FJB 2019 juga menghadirkan tiga masakan tradisional yang sudah jarang ditemui antara lain Bubur Ase Bu Neh, Sate Kuah Pak H. Diding dan Cungkring Pak Jumat.

"Kami juga menghadirkan tiga kuliner langka di Indonesia. Salah satunya adalah Bubur Ase Bu Neh, Jakarta. Bubur Ase merupakan singkatan dari asinan semur, yaitu paduan antara bubur, asinan sawi dan kuah semur yang berdiri sejak 1968," ujar Hernie.

Sekadar informasi, para penjaja kuliner ini dibagi menjadi tiga distrik yaitu distrik F, distrik B dan distrik J. Sepuluh masakan otentik lintas generasi berada di distrik J, sementara 3 masakan legendaris berada di distrik B.


Editor : Vien Dimyati