Mengenal Makanan Halal dan Haram di Indhex 2018

Siska Permata Sari ยท Kamis, 08 November 2018 - 10:15 WIB
Mengenal Makanan Halal dan Haram di Indhex 2018

Aneka macam kuliner. (Foto: Huffingtonpost)

JAKARTA, iNews.id - Mencari makanan halal merupakan salah satu prioritas bagi sebagian umat Muslim di dunia, termasuk Indonesia. Tetapi, apa itu makanan yang halal?

Menurut definisi umum, makanan halal adalah segala jenis makanan yang tidak mengandung zat yang haram, serta diperoleh dengan cara yang baik. Namun ternyata, makanan halal bukan hanya makanan yang tidak mengandung bahan-bahan yang disebut haram seperti bangkai, darah, babi, binatang buas, khamr, dan hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah SWT.

"Sangat sedikit kan (makanan yang diharamkan), seharusnya mudah sekali. Tetapi, kenyataannya bagaimana?" kata Ivon Widiahtuti dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) MUI saat melakukan pemaparan talkshow di Indonesia Halal Expo (Indhex), Smesco, Pancoran, Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, makanan yang sejatinya halal atau diperbolehkan dalam Islam bisa berubah menjadi haram apabila terkontaminasi dengan bahan atau alat dari makanan haram. Misalnya, tercampur dengan bagian-bagian dari tubuh babi atau campuran khamr.

Ivon menjelaskan, mengonsumsi makanan halal tak sekadar makanan atau minuman yang berasal dari bahan-bahan halal. Tetapi juga fasilitas dalam pembuatan kuliner tersebut. Misalnya, wadah, alat-alat masak seperti kuas, dan sebagainya.

"Tidak hanya bahan (yang halal), tetapi juga bagaimana fasilitas alatnya untuk membuat produk tersebut. Kalau alatnya mengandung hal-hal yang haram, tentunya akan mengubah status (kehalalannya). Itulah konsepnya, tidak hanya bahan, tetapi fasilitasnya," ucapnya.


Editor : Tuty Ocktaviany