Mengenal Minuman Khas Sumbar, Aia Aka Terbuat dari Racikan Daun Cincau

Vien Dimyati ยท Kamis, 08 November 2018 - 13:47 WIB
Mengenal Minuman Khas Sumbar, Aia Aka Terbuat dari Racikan Daun Cincau

Aia Aka (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Travelling ke Sumatera Barat (Sumbar) melihat keindahan alam Tanah Minang, belum lengkap tanpa mencicipi kulinernya yang lezat. Ada banyak kuliner lezat yang dapat Anda eksplor di sana.

Salah satunya, minuman khas tradisional khas Minang, yaitu Aia Aka. Aia Aka merupakan salah satu menu minuman khas Padang yang berbahan dasar dari cincau.

Bentuk dari minuman ini mirip dengan agar-agar atau cendol. Teksturnya kenyal dan lembut ketika disantap. Cincau hijau yang digunakan untuk membuat Aia Aka berwarna hijau mengkilat karena ini berasal dari racikan daun cincau yang diolah dengan cara tradisional.

Karena masih mengutamakan pembuatan tradisional dan memiliki rasa yang khas, tidak heran jika Aia Aka Bukittinggi ini menang dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 untuk kategori Minuman Tradisional Terpopuler.

"Aia Aka Bukittinggi menang dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 Kategori Minuman Tradisional Terpopuler. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi @erwin.umar. 'Iya, Alhamdulillah. Terimakasih atas dukungan segenap pihak,'ucapnya. Pada 2017, Pasa Ateh juga masuk nominasi API dalam kategori Objek Wisata Belanja Terpopuler, sayang Pasa Ateh terbakar sehingga gagal meraih juara," tulis Instagram @Boekittinggi, dikutip Kamis (8/11/2018).

Aia Aka adalah minuman varian cincau di Sumbar, dengan sedikit perbedaan warnanya dipercaya lebih hijau dan cerah. Aia Aka dibuat dari remasan daun Cylea barbata, Myers yang kemudian menggumpal membentuk jel. Minuman ini disajikan dengan campuran santan dan gula enau atau jeruk nipis.

Untuk penyajiannya sangat mudah. Siapkan cincau hijau di dalam gelas dan siram dengan santan dan gula merah yang telah direbus. Selain rasanya yang nikmat dan segar, minuman ini memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai obat untuk panas dalam.


Editor : Vien Dimyati