SIAL Interfood 2018 Dongkrak Wisman ke Indonesia lewat Pameran Kuliner

Vien Dimyati ยท Kamis, 15 November 2018 - 18:51 WIB
SIAL Interfood 2018 Dongkrak Wisman ke Indonesia lewat Pameran Kuliner

Konferensi pers penyelenggaraan SIAL Interfood 2018. (Foto: iNews.id/Vien Dimyati)

JAKARTA, iNews.id - Wisata kuliner dan belanja di Indonesia menjadi salah satu produk unggulan pariwisata Indonesia. Melalui pameran kuliner diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air.

Salah satunya melalui event SIAL Interfood 2018. SIAL Interfood 2018 merupakan event pameran internasional makanan, minuman, HORECA, jasa boga, dan bakery. Pameran ini digelar di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, mulai 21-25 November 2018.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki F. Handayani Mustafa mengatakan, pameran ini related dengan pariwisata untuk menunjang target wisatawan yang datang. Bahkan, event pameran kuliner ini bisa menarik wisatawan leisure dan MICE.

"Saat ini pertumbuhan exbition sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Kuliner menjadi bagian pariwisata. Terutama wisata kuliner. Jadi, kalau bisa jangan hanya menampilkan pameran saja. Harus ada leisure untuk wisata experience mencicipi masakan Indonesia. Harusnya acara ini ada famtrip media dari luar untuk datang," kata Rizky Handayani di Balairung Sapta Pesona, Kemenpar Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Rizky menambahkan, kalau bisa ada atraksi wisata kuliner, yaitu tak hanya pameran makanan dan minuman, tetapi ada story telling terkait dari mana berasal kuliner tersebut.

Seperti diketahui, wisata kuliner dan belanja menjadi salah satu produk unggulan pariwisata Indonesia, mempunyai porsi terbesar 45 persen dari fortopolio bisnis pariwisata untuk budaya (culture) sebesar 60 persen. Fortopolio bisnis pariwisata Indonesia terdiri atas budaya (culture) sebesar 60 persen, alam (nature) 35 persen,  buatan manusia (manmade) 5 persen. Untuk culture terdiri atas wisata kuliner dan belanja (culinery and shopping tourims) 45 persen, wisata warisan budaya dan sejarah (heritage and pilgrim tourism) 20 persen, serta wisata wisata kota dan desa (city and vilage tourism) 35 persen.

Daud D. Salim, CEO Krista Exhibition mengatakan, penyelenggaraan pameran tahunan SIAL INTERFOOD ke-18 ini mendapat dukungan dari sejumlah kementerian di antaranya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan akan diikuti oleh 1.000 peserta dari mancanegara dengan menargetkan 75.000 pengunjung dari kalangan pelaku bisnis dari berbagai negera. Sementara pada pameran SIAL INTERFOOD 2017 tahun lalu, diikuti 900 peserta dari 33 negara dan 53.000 pengunjung dari 49 negara.

"Di sini akan ada banyak pameran makanan minuman, restoran, kafe, catering, dan lainnya. Ada banyak produk yang ditampilkan mulai dari kopi teh, cokelat, rempah-rempah, dan lainnya. Yang lebih menarik acara ini didukung asosiasi. Ada kompetisi kuliner yang pesertanya adalah chef dari hotel berbintang. Tahun lalu yang ikut ada 312 chef hotel berbintang. Tahun ini akan ada 610 chef. Dan, 10 persennya berasal dari chef internasional. Juri internasional ada 20 orang lebih. Selain itu untuk pertama kali akan ada proses pembuatan teh Nusantara. Ada banyak ragam teh Tanah air," kata Daud.


Editor : Tuty Ocktaviany