Tempe hingga Kunyit Berpotensi Jadi Pangan Fungsional di Masa Pandemi

Vien Dimyati · Kamis, 24 Juni 2021 - 18:50:00 WIB
Tempe hingga Kunyit Berpotensi Jadi Pangan Fungsional di Masa Pandemi
Penelitian untuk mengembangkan pangan fungsional (Foto: Totally vegan buzz)

JAKARTA, iNews.id - Sebagai negara kepulauan, ada banyak rempah-rempah dan bahan baku di Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pangan. Bahkan, belakangan ini, tidak hanya rempah dan bahan baku yang dikembangkan menjadi pangan. Tetapi juga dikembangkan sebagai produk untuk meningkatkan kekebalan tubuh di masa pandemi Covid-19.

Dalam rangka mendukung riset yang dilakukan oleh anak milenial, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) kembali meluncurkan program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2021/2022. Adapun tema kali ini adalah “Penelitian Milenial Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal pada Era Pandemi Covid-19”.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Axton Salim mengatakan, IRN adalah program pemberian dana bantuan riset kepada mahasiswa strata satu yang tengah melakukan penelitian sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikannya.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19, dukungan IRN dalam membantu mahasiswa tetap dilaksanakan dan sosialisasi program dilakukan secara daring.

"Sudah lebih dari satu tahun kita hidup bersama dengan Covid-19, banyak hambatan dan batasan yang dihadapi. Tetapi saya percaya hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir," ujar Axton Salim melalui keterangan tertulisnya, belum lama ini.

Menurutnya, kontribusi semua pihak sangat diperlukan. Termasuk kontribusi nyata para milenial dengan ide-ide segar dalam menggali dan mengembangkan potensi pangan lokal.

Oleh karena itu, lanjut dia, IRN memberikan bantuan dana penelitian khususnya di bidang pangan fungsional yang bermanfaat untuk meningkatkan gizi dan kesehatan sesuai dengan tren pangan yang sedang berkembang saat ini.

Sementara itu, Ketua Tim Pakar Program IRN, Purwiyatno Hariyadi mengatakan, kekayaan sumber pangan Indonesia sangat beragam dan diyakini banyak yang mempunyai khasiat tertentu bagi Kesehatan.

Sebut saja misalnya, tempe, kunyit, jahe, daun kelor dan minyak kayu putih yang 
mengandung bioaktif berkhasiat. Pada masa pandemi, sumber pangan lokal tersebut justru mendunia karena memberikan dampak pada peningkatan daya tahan tubuh melawan Covid-19.

“Penelitian pangan, gizi dan kesehatan terbaru menunjukkan, pangan mempunyai fungsi lain, selain fungsi gizi, yaitu memberikan khasiat menjaga kesehatan atau bahkan meningkatkan kesehatan. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan senyawa atau komponen tertentu selain gizi yang mempunyai khasiat tertentu bagi kesehatan," kata Purwiyatno.

Dia menambahkan, melalui program ini, IRN memberikan kesempatan kepada mahasiswa S1 untuk menggali, mengidentifikasi, membudidayakan dan memasarkan berbagai kekayaan lokal yang penting dan berharga sebagai pangan fungsional. 

"Inilah tantangan sekaligus peluang yang kami berikan kepada mahasiswa,” ujarnya.

Perlu diketahui, objek penelitian ini adalah sumber daya alam hayati yang berasal dari produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, peternakan dan air lokal. 

Adapun cakupan bidang penelitian ini meliputi agro teknologi (budidaya), teknologi proses dan pengolahan, gizi dan kesehatan masyarakat, serta bidang sosial, budaya, ekonomi dan pemasaran.

“Kami percaya penelitian yang berkualitas membuka kesempatan yang tidak terbatas. Meski di tengah pandemi, kami berharap mahasiswa yang bergabung akan berhasil menciptakan riset-riset unggul dengan berbasis potensi dan kearifan lokal yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, daya saing bangsa serta pada akhirnya dapat mendukung kemandirian panganbdan gizi nasional,” ujar Axton Salim.

Editor : Vien Dimyati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda