Terkenal Unik, Begini Promosi Pariwisata ke India dan Timur Tengah

Vien Dimyati ยท Jumat, 11 Mei 2018 - 19:02 WIB
Terkenal Unik, Begini Promosi Pariwisata ke India dan Timur Tengah

Promosi pariwisata Indonesia (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Promosi pariwisata Indonesia ke mancanegara terus digiatkan pemerintah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 375 juta wisatawan Nusantara (wisnus) pada 2020.

Tak hanya China, Malaysia, dan Singapura yang menjadi pasar potensial. Wisman India dan Timur Tengah juga menjadi incaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Lantas, seperti apa tantangan pemerintah untuk mendatangkan wisman India dan Timur Tengah ke Indonesia?

Deputi Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan, India dan Timur Tengah sama-sama memiliki keunikan, terutama dalam hal makanannya.

"Turis Timur Tengah suka dengan tempat wisata yang hijau, sejuk, dan pantai. Biasanya sekali per visit mengeluarkan 6.000 dolar AS di dunia. Tapi kalau di Indonesia mereka per visit 1.700-2.200 dolar AS. Lama berkunjung hingga 14 hari. Karakteristik Timur Tengah dan India sangat fanatik dengan makanan. Jadi, jangan dibawa ke restoran makanan Indonesia," ujar Nia Niscaya, di Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Menurut Nia, ada beberapa negara potensial wisman bagi pasar pariwisata Indonesia, antara lain China, India, Jepang, Amerika, dan negara-negara di Eropa. Sederet negara ini tertarik dengan Indonesia karena kedekatan budaya dan daya tarik alam yang diminati.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada 2017 secara kumulatif mencapai 14,04 juta wisman atau tumbuh 21,84 persen dari tahun sebelumnya. Sementara untuk jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Maret 2018 naik menjadi 1,36 juta atau sebesar 28,76 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2017, yakni sebanyak 1,06 juta wisman.

"Target kunjungan wisman pada 2018, yakni 17 juta. Berdasarkan data, kunjungan wisman ke Indonesia terbanyak berasal dari China. Urutan selanjutnya ditempati Singapura, Malaysia, India, Jepang, dan lain-lain. Melihat itu, promosi di wilayah China mendapat perhatian khusus dalam promosi pariwisata yang dilakukan Kemenpar," katanya.

Destinasi yang disiapkan untuk menjaring wisman dari pasar (originasi) utama ini, yakni Great Jakarta, Great Bali, Great Kepri, Joglosemar (Yogyakarta Solo, dan Semarang), Bunaken – Wakatobi, Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.

India juga memperlihatkan peningkatan pesat, sehingga menyalip jumlah wisman Jepang dan Korea di awal 2018. Bali masih menjadi tujuan utama wisman India. Untuk itu, Kemenpar mulai memperkenalkan Beyond Bali bagi pasar India.

Sementara itu, kegiatan promosi yang sama juga dilakukan di negara lain yang potensial mendatangkan wisman ke Indonesia, seperti India dan negara-negara Timur Tengah. Adapun beberapa promosi tersebut adalah World Travel Mart, Vakantieburs, India International Tourism, Arabian Travel Mart, dan lain-lain.


Editor : Vien Dimyati