Gunung Merapi Berstatus Normal, Traveler Bisa Eksplor Kota Gudeg

Vien Dimyati ยท Sabtu, 12 Mei 2018 - 14:37 WIB
Gunung Merapi Berstatus Normal, Traveler Bisa Eksplor Kota Gudeg

Eksplor Kota Yogyakarta (Foto: Thewedding)

JAKARTA, iNews.id - Status Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta kembali berstatus normal setelah mengalami erupsi pada Jumat 11 Mei 2018. Traveler kini dapat kembali mengeksplor kota gudeg. Memiliki keindahan alam dan berbagai objek wisata, Yogyakarta menjadi tujuan destinasi menyenangkan.

Gunung Merapi mengalami erupsi dengan suara gemuruh kecil. Ketinggian erupsi mencapai 5,5 kilometer dengan letusan selama lima menit. Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, Gunung Merapi tetap dalam status normal. Meskipun demikian, abu vulkanik yang menghujani daerah sekitar membuat PVMBG mengeluarkan VONA Merah yang mengakibatkan penutupan bandara internasional Adi Sucipto dari pukul 10.42 WIB hingga pukul 16.30 WIB.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi PVMBG, Hanik Humaida mengatakan, hingga saat ini aktivitas Gunung Merapi sudah mereda, masyarakat diimbau untuk tenang. “Letusan yang terjadi saat ini merupakan letusan minor yang dipicu akibat akumulasi gas vulkanik dan kemungkinan tidak akan diikuti erupsi lebih lanjut,” kata Hanik Humaida.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kesiapan dan respons cepat yang diambil Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional dan Daerah (BNPB dan BPBD), Kementerian Perhubungan, instansi terkait, dan masyarakat setempat dalam menyediakan informasi terkini untuk menghindari kepanikan dan mendapatkan semua kebutuhan. Hingga akhirnya aktivitas berwisata pun kembali normal.

"Yogyakarta sudah normal, sudah oke untuk dikunjungi, silakan berwisata dan mengeksplorasi Kota Gudeg Yogyakarta. Akses ke Yogya pun sudah kembali normal, bisa ditempuh dengan jalur udara, kereta, dan mobil atau darat," kata Menpar Arief Yahya di Jakarta, Jumat 11 Mei 2018.

Menpar menambahkan, atraksi di Yogyakarta sudah kembali normal. "Merapi sendiri sudah clear, Otoritas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, sejak pagi sudah menetapkan, aktivitas Merapi sudah normal. Terkait aktivitas pendakian Gunung Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasar Bubrah, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana menjadi saran dan anjuran yang sebaiknya dipatuhi," kata Arief Yahya.

Menpar meyakinkan masyarakat untuk tetap berwisata dengan tenang menghabiskan akhir pekan. “Amenitas di Yogya normal. Silakan ke Yogya, hotel, homestay, resor, restoran, semuanya beroperasi seperti biasa,” kata Menpar.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso menginstruksikan para stakeholder penerbangan di Yogyakarta dan daerah lain yang terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan dan bekerjasama untuk menjaga keselamatan, keamanan dan tingkat pelayanan penerbangannya.

"Abu vulkanik tersebut dapat mengganggu penerbangan pesawat dan aktivitas di bandara. Untuk itu saya instruksikan agar semua stakeholder baik itu maskapai, AirNav, pengelola Bandara dan Otoritas Bandar Udara untuk meningkatkan kerjasama dan tetap mengedepankan keselamatan penerbangan. Jangan memaksakan untuk memberi izin dan melakukan penerbangan bila masih ada debu vulkanik di jalur penerbangannya. Pengelola bandara juga silahkan menutup bandara jika bandaranya masih terdampak debu vulkanik," ujarnya.


Editor : Vien Dimyati