Tertua di Indonesia, Sekolah Balet Marlupi Dance Mendunia

Vien Dimyati ยท Sabtu, 12 Mei 2018 - 18:27 WIB
Tertua di Indonesia, Sekolah Balet Marlupi Dance Mendunia

Pertunjukan balet (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Sebagai sekolah balet tertua di Indonesia, nama Marlupi Dance Academy mendapat perhatian dalam bidang seni balet di mancanegara. Bahkan, namanya mulai mendunia setelah berkali-kali menyabet berbagai penghargaan internasional.

Senior Advisor Marlupi Dance Academy (MDA) Lisa Ayodhia mengatakan, Marlupi Dance Academy sudah ada lebih dari 60 tahun. Ini merupakan sekolah balet tertua di Indonesia, namanya mulai mendunia. "Sudah tiga generasi yang memegang sekolah balet ini. Muridnya sudah pada go internasional dan diakui dunia. Salah satu keunggulan Marlupi Dance adalah kerap membawakan kekhasan tradisi Nusantara," ujar Lisa Ayodhia, di Jakarta, belum lama ini.

Ada banyak penghargaan yang diraih Marlupi Dance Academy. Terakhir adalah memenangkan Asian Grand Prix 2018 Regional Dance Competition Jakarta.

Board Director MDA, Fifi Sijangga mengatakan, pada 3-4 Maret 2018 yang lalu, balerina binaan MDA berhasil memenangkan perlombaan Asian Grand Prix 2018 Regional Dance Competition Jakarta. Finalis yang berhasil mendapatkan nilai di atas 80, berkesempatan mewakili Indonesia mengikuti Final Asian Grand Prix 2018 di Hongkong pada 13-17 Agustus 2018.

"Prestasi sudah banyak yang diraih. Bahkan prestasi yang ditorehkan bermula di London pada 1986. Kami banyak ikut kejuaraan di Sydney dan lainnya. Melalui tarian ini, kami kerap membawakan tradisi Nusantara. Mulai dari tradisi Bali, Papua, Kabayan, hingga kisah Rama Shinta," kata Fifi.

Salah satu murid Marlupi Dance Academy, Rebecca Alexandria Hadibroto bahkan berhasil meraih juara Youth America Grand Prix 2018, kategori Pre-Competitive Age Division, di New York, Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, Rebecca berhasil meraih penghargaan Hope Award yang merupakan nilai tertinggi untuk balet klasik dan kontemporer di Tiongkok. Kini, Rebecca diundang mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh Australian Teacher of Dance (ATOD) pada Juli mendatang.

 


Editor : Vien Dimyati