Teror Bom Surabaya, Menpar: Pariwisata Indonesia Masih Aman

Vien Dimyati · Rabu, 16 Mei 2018 - 12:23 WIB

Serangan teroris tak ganggu pariwisata Indonesia (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Rentetan teror bom yang terjadi di Surabaya tidak memengaruhi pariwisata Indonesia. Meski beberapa negara mengeluarkan travel advice, kondisi pariwisata Indonesia tetap aman untuk wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan Nusantara (wisnus).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, hingga sejauh ini tidak ada pembatalan kunjungan wisman dan wisnus pascaledakan bom di Surabaya.

"Belum ada pembatalan wisman. Kami juga terima laporan dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), jumlahnya tidak terganggu. Memang keamanannya ditingkatkan," ujar Menpar Arief Yahya di Jakarta, Senin 15 Mei 2018.

Untuk menjaga pariwisata tetap kondusif, kata Arief Yahya, Kemenpar memonitor tiga aspek pariwisata (3A), yaitu atraksi, amenitas, dan aksebilitas.

"Kami memastikan kondisi pariwisata. Kami juga ada crisis center, ketuanya Pak Guntur. Kami memonitor semua keadaan. Kami juga yakinkan wisatawan aman," kata Menpar.

Crisis center Kempar akan meng-update informasi penting di website per satu jam. Crisis center akan memberikan pernyataan 3A. Di Surabaya, untuk atraksi sudah dibatalkan.

"Pertama, untuk atraksi ini sudah benar dibatalkan Bu Risma. Kedua, airline accsessibility ditutup atau tidak di bandaranya. Dan ketiga, hotel bagaimana pengamannya," tuturnya.

Terkait travel advice yang dikeluarkan beberapa negara, Menpar menyebut itu adalah hal wajar. Menurutnya, sektor pariwisata Indonesia tidak perlu takut atas pembaruan travel advice.

"Tidak perlu takut, travel advice itu hanya peringatan negara terhadap warganya. Ini masih wajar. Kami tahu beberapa negara keluarkan travel advice untuk warga negaranya. Kami hargai itu, karena sudah kewajiban setiap negara untuk mengingatkan warganya," kata Menpar.

Sementara itu, Ketua Tim Crisis Center Kemenpar Guntur Sakti mengatakan, menyikapi serentetan peristiwa bom di Surabaya dan Sidoarjo yang terjadi beberapa waktu ini, Kemenpar mengucapkan belasungkawa terhadap para korban.

"Hingga saat ini Tim Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) terus melakukan pemantauan, serta berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan ekosistem pariwisata dalam keadaan kondusif khususnya kesiapan aksesibilitas, amenitas dan atraksi di Jawa Timur dan Surabaya agar berjalan normal," ujar Guntur.

Mengenai travel advice yang dikeluarkan oleh beberapa negara (Inggris, Australia, Amerika, Tiongkok, Hong Kong, Singapura, dan Irlandia), Kemenpar sangat menghargai dan memandang hal tersebut sebagai sebuah kewajiban negara untuk melindungi warganya yang berada di negara lain.

"Peringatan ini bukan sebagai larangan berkunjung (travel warning). Tapi sebagai informasi. Pemerintah Indonesia juga pernah mengeluarkan travel advice untuk warga negara Indonesia di Prancis ketika terjadi serangan teror Charlie Hebdo pada 2015," tutur Guntur yang menjabat Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar.


Editor : Vien Dimyati

KOMENTAR